Part I
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Hai para pembaca Blog amatiran ku, terimakasih sudah sudi mampir dan membaca kisah2 hidupku, tanpa karangan dan full of drama ini.
Yap, Sesuai Judul "HIJRAH CINTA" , Sebenernya apa sih definisi dari hijrah cinta itu? Apakah perpindahan dari hati yang satu ke hati yang lain? Ada banyak sudut pandang tentang ini, tergantung orangnya masing2, tapi kali ini aku ingin menceritakan tentang bagaimana kisah2 cintaku yang dimulai dari Indonesia , sampai akhirnya aku berada di Malaysia.
Dalam Blog ini pun aku akan memberi inisial nama saja untuk orang2 tertentu (khususnya yang pernah membuatku merasa tersakiti pada saat itu), karena menurutku tidak perlu di publikasikan, aku hanya ingin menjaga privasi mereka , manatau salah satu pembaca Blog ku adalah Mantan atau Pacar mereka saat ini hahaha
Dalam Blog ini pun aku akan memberi inisial nama saja untuk orang2 tertentu (khususnya yang pernah membuatku merasa tersakiti pada saat itu), karena menurutku tidak perlu di publikasikan, aku hanya ingin menjaga privasi mereka , manatau salah satu pembaca Blog ku adalah Mantan atau Pacar mereka saat ini hahaha
Oke singkat cerita, aku pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, sama seperti wanita pada umumnya, setiap kali aku jatuh cinta, aku merasa bergairah menjalani hidup, aku bisa terlihat lebih antusias di saat aku sedang jatuh cinta, aku lebih semangat dan selalu ceria. Aku merasa, aku bisa menjadi orang terpositif pada saat itu, aku bahkan bisa jadi motivator untuk teman2ku disaat aku jatuh cinta, seakan2 bumi berputar cepat dan aku lah orang terbahagia di dunia dan tidak pernah punya masalah.
Ya itulah aku, aku bisa berubah sedrastis itu disaat aku fallin' love. Aku merasa seakan2 kebahagiaan itu selalu berpihak kepadaku, aku terlalu membebaskan hatiku untuk berekspresi tanpa takut disakiti. Aku berkhayal, aku terlalu berani membiarkan hatiku dan fikiranku terbang terlalu tinggi.
Bukan aku tidak tahu, disetiap jatuh cintaku yang kurasakan, pasti akan ada yang namanya "sakit hati" pada akhirnya.
Aku bahkan sudah hafal jalur jatuh cinta ku.
Dimulai dari menyukai seseorang, dekat dengan nya, tukaran nomer whatsapp atau line or any social media, stalking everytime, kalau nasib berkata baik, ternyata doi masih single. Tapi tidak menutup kemungkinan, sering juga aku terjebak di orang yang ternyata sudah memiliki gebetan atau bahkan pacar.
Dan kalau dia belum punya pacar, alur selanjutnya adalah ketemuan, sharing, makin deket, telfonan, baper2an dan berakhir dengan menjadikanku sebatas "Teman Curhat".
Pernah juga, dengan alur yang sama, tapi berakhir tragis di fisik. Oke, aku jauh dari kata cantik. Terlalu jauh.
Aku tidak mengatakan diriku jelek, tidak. Aku tidak mau sinis pada diriku sendiri.
Karena bagaimanapun juga aku ciptaan Allah SWT.
Ya, namub tetap aku akui, diriku tidaklah cantik, glowing dan tidak pula rutin memakai skincare seperti kebanyakan wanita diluaran sana.
90% sakit hatiku dan gagalnya percintaanku, stuck hanya karena aku tidak menawan (mungkin).
Terkadang aku benci diriku yang tidak pernah bisa sadar akan diriku sendiri, sering aku menatap dalam2 diriku di kaca besar dan berkata pada diri sendiri "Eh tyara, Kamu itu nggak pantas sama dia. Gak usah mimpi". Dan percaya gak percaya, tanpa ada orang yang menyakitiku pun, sebenarnya aku sudah sering menyakiti diriku sendiri dengan cara berbicara ke diri sendiri dan berusaha sadar kalau aku susah untuk mendapatkan kebahagiaan yang nyata.
Selama aku hidup, kisah cintaku cuma khayalan semata. Aku senang bukan karena aku menjalani kisah2 cinta klasik seperti curhatan para temanku yang bercerita mereka pergi nonton film horor di bioskop dan pegangan tangan saat takut, atau makan di caffee, jalan2 ke pantai dsb.
Lebih tepatnya aku senang saat aku bermain dengan imajinasiku, aku berkhayal aku punya pacar dan membuat skenario cintaku sendiri.
Terkadang yang lebih tragisnya, aku meminjam kisah cinta temanku yang menurutku romantis dan aku pun memainkannya di dunia imajinasiku. Aku berkhayal seakan2 aku ini menjadi sosok temanku yang menurutku kisah cintanya menarik untuk kubuat sebagai cerita semu pada diriku.
Aku juga bisa memilih pacar sempurnaku yang kuidam2kan dan membuat alur ceritaku sendiri. Tentu saja itu tidak nyata, tetapi tentu saja itu membahagiakanku, dan sebenarnya tentu saja itu tidak normal bagi orang lain, tetapi aku bisa mendapatkan kebahagiaanku disana.
Kebahagiaan yang kubuat sendiri , dan anehnya aku juga terkadang bukan hanya berkhayal tentang bahagianya saja dengan pacar khayalanku itu, aku juga membumbui nya dengan pertengkaran2 kecil, aku menangis, dia pergi beberapa saat, tetapi karena ini khayalan, aku bebas, dan aku memilih membuatnya selalu happy ending. Menyedihkan bukan?
Diriku yang terlalu terobsesi dengan cinta yang aku tidak tau kapan akan berpihak kepadaku.
Sebenarnya, tidak semua kisah cintaku hanya khayalanku. Aku sempat menjalin hubungan dengan real. Aku juga pernah kok jalan2 dengan pacarku, tetapi aku tidak suka. Kenapa? Karena aku tidak bisa mengatur kapan aku bahagia dan kapan aku sedih.
Aku termasuk orang yang tidak pernah pede dalam melakukan sesuatu hal, termasuk ketemuan dengan pacar sendiri. Aku lebih memilih menjadi orang dibelakang layar, misalnya aku lebih senang telfonan atau chattingan berjam2 daripada harus ketemuan 5 menit.
Karena aku lebih bebas berekspresi tanpa harus menahan perut agar kelihatan lebih ramping, atau merapikan jilbab setiap 3 detik sekali, atau melihat lipstik sudah memudar atau tidak. Seperti itulah aku, aku tidak pernah yakin pada diriku sendiri, jatuhnya aku terlihat tidak apa adanya dimata pacarku.
Ngomong2 tentang pacar, aku akan menceritakan 1 saja diantara beberapa, karena kalaupun diceritakan semuanya, akhirnya tetap sama, yaitu sakit hati.
Dan aku akan menceritakan 1 tentang gebetan, karena kalaupun diceritakan semuanya, akhirnya tetap sama, yaitu sakit hati juga haha
Oke jadi kita nostalgia pada jaman aku SMP , aku pernah suka pada seorang cowok yang menurutku dia adalah tipe ku pada saat itu. Aku tidak akan terlalu mendeskripsikan siapa dia dan bagaimana sosoknya, karena tujuan disini hanya menceritakan alur cerita cinta yang tragis bukan? Hehe
Sejak SMP kelas 2 aku mulai menyukainya, kebetulan kami sekelas sampai kelas 3, tetapi dia tidak sempat menyelesaikan sekolahnya karena dia tergolong siswa yang nakal pada saat itu.
Dan aku mau menyelipkan sedikit little secret yang dari dulu sampai sekarang masih menyakiti hatiku, yaitu conversation antara aku dan dia di inbox facebook (pada jaman itu).
Karena aku terlalu menyukainya, aku sampai tidak bisa menyimpan semuanya sendirian, dan aku memang tipikal cewe yang memperlihatkan tanda2 bahwa aku suka dia, mungkin karena saat itu umurku juga masih belasan tahun, jadi masih terlalu labil.
Nah, saat di kelas 2, aku dan dia sekelas, namun bisa dihitung beberapa kali saja aku ngobrol dengan nya, karena memang aku grogi dan selalu menghindar untuk face to face.
Karena tidak berani saat berhadapan, ya otomatis aku menggunakan sosial media untuk menyapa nya. Saat itu aku sedang online di facebook, dan kebetulan dia pun online.
Tergerak hati untuk menyapanya walaupun aku tau mungkin tidak akan dibalas.
Eh tapi tunggu dulu, aku lupa menuliskan , bahwa sebenarnya dia tau aku suka padanya, tapi dia terang2an juga menunjukkan bahwa dia tidak tertarik samasekali denganku. Tetapi aku bersikeras untuk tetap menyukainya dan yakin pada suatu saat nanti dia bakalan bisa menjadi milikku.
Oke kembali ke niat mau mengirimkan dia "hi" di inbox facebook, dan dengan perdebatan panjang antara aku dan diriku, akhirnya terkirim juga lah pesan singkat yang membawa malapetaka itu.
Kita beri dia inisial "AF"
Kita beri dia inisial "AF"
Kurang lebih seperti ini isi chatnya :
Me : Hi , apakabar?
AF : baik ..
Me : online dimana nih?
AF : di warnet
Me : oh .. eh kamu kok cuek sih sama aku?
AF : karena aku udah punya pacar ..
Me : iya, tapi jangan cuek2 lah.
AF : kau gak sadar diri ya? Punya kaca gak sih dirumah?
Me : Loh emang kenapa?
AF : kau seharusnya ngaca, udah muka jelek, sok cantik. Aku gak akan pernah suka sama kau. Jadi gak usah berharap kali ya.
Me : (masih berusaha tegar), yaudah maafin aku ya. Semoga langgeng sama pacarmu.
AF : iya gak usah ganggu2 aku lagi. Sadar diri aja ya
Me : (speechless bacanya, gak nyangka, dan nangis).
Iya, aku tau dia sudah punya pacar. Pacarnya anak kelas Terpadu (fullday) sedangkan kami anak kelas reguler yang jam belajarnya hanya sampai jam 2 siang.
Pacarnya baik, cantik, tentu saja dia suka
Pacarnya baik, cantik, tentu saja dia suka
Kebetulan juga aku kenal cukup baik dengan pacarnya, kami sama2 ngambil kelas ekstrakulikuler yang sama, yaitu Paskibra.
Oh ya, AF sangat terkenal disekolah karena prestasi futsalnya dan juga karena kenakalannya.
Menurut kalian, apa yang terjadi setelah chattingan itu berakhir? Akankah aku putus asa dan uring2an? Akankah aku mencoba bunuh diri? Akankah aku nangis berminggu2?
Iyaa ! Jawabannya iya. Aku uring2an, aku gak bergairah untuk melakukan apapun, aku tidak selera makan, aku tidak mau ngomong dengan siapapun, sekolah pun aku malas, aku nangis sepanjang hari selama berbulan2 hanya karena menangisi diri nya. Bucin sekali aku pada saat itu hehe...
Teman2ku pun sudah memaklumi aku saat datang kesekolah dengan mata bengkak, pucat dan tidak mengerjakan PR haha , bagaimana bisa aku fokus dengan hal lain? Sedangkan dia alasan kenapa aku hidup . (Setidaknya itulah yang kupikirkan dulu)
Di kenaikan kelas 3, doa ku mujarab. Bukan, bukan akhirnya aku mendapatkan dia, hanya saja doa ku terkabulkan tentang kelanggengan dia dengan pacarnya.
Satu sekolah tau mereka pacaran, kalau saat itu ada perlombaan Best Couple, mungkin gelar itu akan diberikan pada mereka.
Dan bagaimana aku menyikapinya? Ya, aku hanya bisa berpura2 tegar. Tidak terhitung berapa tetesan air mata yang mengalir cuma untuk menangisi dia dan pacarnya.
Waktu berjalan begitu cepat, sampailah kami di Akhir semester, tetapi tidak dengan dia, karena dia di DO (Drop out) sebelum ujian, aku tidak tau kenapa, tapi sudah pasti ada perbuatan yang melanggar peraturan sekolah. Setelah dia di DO dari sekolah, perasaanku seperti nano2.
Sedih karena pujaan hatiku tidak ada lagi dan aku tidak bisa menikmati senyumannya lagi yang selalu kucuri saat dia berhasil memasukkan bola ke gawang pada saat jam pelajaran olahraga.
Namun senang karena akhirnya aku tidak merasa terintimidasi oleh keberadaannya dengan sang pacar dan melihat mereka saling mengumbar kemesraan.
Setelah aku melanjutkan hidupku tanpa dia, berhasil lah aku melewati Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional dengan Nilai yang cukup memuaskan dan Mendaftarkan diri ke Sekolah Menengah Kejuruan (Farmasi) .
Aku juga tidak akan banyak bercerita bagaimana aku di SMK , karena tidak ada yang menarik, jadi kita hanya bakalan fokus di cerita cinta ku dan AF.
Saat aku sudah menikmati libur panjang setelah kelulusan SMP, kini aku memulai awal yang baru di SMK, dan kurasa aku sudah menutup rapat2 perihal yang terjadi di masa2 suramku saat SMP.
Ternyata aku salah, aku masih mengharapkannya, aku masih dengan perasaan yang sama, yaitu mencintai dia dan mengharapkan dia.
Dan sudah lama aku tidak mendengar kabarnya.
Apa yang dia lakukan sekarang?
Dimana dia melanjutkan sekolahnya? Apakah dia masih ingat padaku?
Apakah dia merindukan ku?
Apakah dia masih bersama pacarnya? Muncul lah pertanyaan2 itu saat aku mengingat dirinya.
Satu2nya akses untuk menghubungi dia ya cuma facebook, karena aku tidak pernah punya nomer hp nya saat itu.
Kucari tau tentang dia di facebook, tidak banyak yang bisa kudapatkan disana, hanya beberapa status galau yang dia post beberapa bulan lalu.
"Hah, udh putus?" , aku berbicara dalam hati.
Dari hari ke hari, aku menjadi stalker dia hingga pada suatu hari, tiba-tiba aku dapat inbox dan itu dari dia, isinya menanyakan kabar dan dimana aku melanjutkan sekolah.
AF : hai tyara.. Apa kabar? Lanjut sekolah dimana sekarang?
Dengan perasaan bodo amat tentang kejadian yang sudah membuatku sakit hati dulu, aku tetap membalasnya dengan penuh harapan. Malangnya diriku..
Me : Hai, kabar baik. Kamu apa kabar? Aku sekolah di Api*su sekarang, ambil jurusan Farmasi (obat2an). Kamu sendiri sekolah dimana sekarang?
Dan chattingan pun berlanjut dengan perbincangan2 ringan yang membuatku bergairah menjalani hidup. Tentu saja, dia mengirimi ku inbox dan menanyakan kabarku. Bukankan itu sebuah prestasi yang cukup besar? Setidaknya, dia mengingatku!!!
Hari ke hari berjalan normal seperti biasanya, dengan luka hati yang semakin membaik karena dia sudah intens menghubungiku sekarang.
Kami bertemu, kami ngobrol, kami telfonan, dan kami buat acara kecil2an untuk merayakan ulang tahun nya di cafe kecil, hanya ada aku, dia, sahabatku dan pacar sahabatku. Saat itu kebetulan bulan Ramadhan, jadi kami memutuskan untuk buka bersama dengan simple, aku membelikannya jam tangan couple di ulang tahunnya, tentu saja satu untuk ku dan satu lagi untuknya.
Sebenarnya kami belum resmi berpacaran, tapi sahabatku bersikeras menyuruhku untuk beli jam Couple. Dan aku menyetujuinya .
Berlalu lah masa2 itu, aku bahagia ..
Tidak terasa, aku pun naik ke kelas 2 SMK, karena aku jurusan farmasi, aku harus PKL (praktek kerja lapangan) di Rumah sakit selama 2 bulan dan Di Apotek selama 1 bulan.
Tidak tau harus senang atau sedih, aku di tempatkan berdinas di Rumah Sakit Sundari yang super duper jauh dari rumahku, dan bukan hanya itu saja, kami terbagi 3 sift, aku mendapatkan sift malam sampai 2 bulan. Ya, aku akan menginap di Rumah Sakit tsb untuk menjalani kewajiban PKL dan demi Nilai yang bagus, aku juga harus mengikuti rules nya.
Sebelumnya, aku tidak tau dimana RS. Sundari itu, aku bercerita ke dia keluh kesahku mendapatkan tempat PKL sejauh itu , layaknya orang pacaran, aku seperti memanjakan diri dan dia pun menyemangatiku dan menawarkan dirinya untuk mengantarkanku ke TKP sebelum hari H, untuk memastikan darimana jalan yang aman yang akan kulalui untuk 2 bulan kedepan. Dan dengan sigap, aku menyetujuinya
Terhitung pada hari dimana kami bertemu itu, kami resmi berpacaran. Dia menyatakan perasaannya dan mengatakan kalau dia inginkan aku menjadi pacarnya, itu terjadi setelah kami intens komunikasi.
Tanpa pikir panjang, kusetujui apa keinginannya. Karena apa yang terjadi pada saat itu adalah keinginanku dimasa SMP dan terwujud dimasa SMK. Akhirnya kumemilikimu AF ku..
Tanpa pikir panjang, kusetujui apa keinginannya. Karena apa yang terjadi pada saat itu adalah keinginanku dimasa SMP dan terwujud dimasa SMK. Akhirnya kumemilikimu AF ku..
Tapi aneh, aku tidak seantusias seperti yang kubayangkan. Aku senang, aku bahagia tapi tidak terlalu. Maksudnya, tidak sebahagia dulu saat aku masih mengejar2nya, kadarnya sudah berkurang.
Tapi, aku tetap menjalaninya.
Bertemulah kami, dia menepati janji nya untuk mengantarkanku melihat RS Sundari yang akan menjadi tempat PKL ku, karena lokasinya cukup jauh, dan naik motor, otomatis aku merasa agak sedikit pegal, dan tentunya aku mencari posisi yang buat aku nyaman dong?
Santai saja, Aku tidak memeluknya, aku terlalu kaku untuk melakukan hal2 diluar batas kemampuanku haha
Santai saja, Aku tidak memeluknya, aku terlalu kaku untuk melakukan hal2 diluar batas kemampuanku haha
Tidak banyak yang kami bicarakan selama di perjalanan, aku terlalu sibuk menikmati keberduaanku bersamanya di hari yang cerah saat itu. Dengan bangganya, aku berseragam sekolah, berboncengan dengan pacar. Ya, itulah yang ku inginkan selama ini, seperti teman2ku, diantarin pacar, dijemput pacar dll dan akhirnya akupun merasakannya.
Dan diperjalanan, dia mencoba untuk memberitahuku tentang semua arah jalan beserta jalan pintas untuk menghindari macetnya kota Medan, dan juga agar aku tidak tersesat.
Dan aku mengangguk2 saja seakan2 aku mengingatnya dengan cepat, padahal aku tidak mengingatnya sama sekali. Hanya saja aku ingin menghargai usaha pacarku, agar dia tidak kecewa.
"Masalah jalan, kan ada GPS" Batinku...
PKL pun terlaksana, hari demi hari kulewati, kali ini tidak sendirian, aku punya pacar yang siap siaga menemaniku saat aku kesepian ketika aku dapat giliran dinas malam di Rumah Sakit.
Dan dia membuktikannya dengan cara mengantarkanku makanan jam 2 pagi, untuk sahurku. Ya, karena saat itu Bulan Ramadhan, dia pun berusaha menunjukkan kalau dia care sama aku. Aku tidak peduli apa yang dia antar, aku tidak peduli berapa harga makanan yang dia antar, aku cuma perduli tentang pengorbanan dia yang sudah susah payah mengantarkanku makan sahur di jam 2 pagi.
Dari situ aku makin sayang padanya, dan seperti biasa, kami menjalaninya dengan penuh suka cita.
Dia menelfonku setiap pagi, dan selalu menanyakan gimana keadaanku dan PKL ku.
Ah senangnya aku ..... (setidaknya pada saa itu)
Aku, yang sudah tau bahwa aku sekarang di cintai olehnya, akupun mulai terbiasa dengan itu. Aku mulai terbiasa dengan kekhawatiran nya akan diriku, aku mulai terbiasa ketika dia marah saat aku tidak menghubunginya, tetapi aku tidak sepenuhnya menyukai keadaan itu. Ntah bagaimana bisa aku merasakan jenuh, padahal dia pernah jadi satu2nya alasanku tersenyum.
Dipertengahan PKL, aku mulai sering mengacuhkannya, dan ntah kenapa aku teringat akan luka lama , dibarengi dengan dia yang jarang menghubungiku dikarenakan Handphone nya hilang (ga tau ini bener atau ngga).
Tapi aku tidak peduli, seakan dia tidak penting dan aku biasa saja saat kami mulai jarang komunikasi.
Lost contact pun terjadi, walaupun tidak pernah ada kata putus, tapi aku memutuskan untuk tidak mencarinya dan move on.
Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang lain, aku tidak dekat dengan siapapun pada saat itu.
Hanya saja hatiku seperti tidak ingin melanjutkan hubungan ini dengannya jikalaupun dia kembali menghubungiku.
Dan apa yang seharusnya terjadi pun akhirnya terjadi, dia menghubungiku kembali dan aku tak peduli.
Aku sudah berhasil mendapatkan hatiku kembali.
Kenapa?
Kalian pasti mengira aku jahat?
Aku menyia2kan apa yang ku inginkan sedari dulu?
Kalian bahkan tidak tau betapa sakitnya hatiku saat aku menyaksikan dia dengan pacarnya dulu, kalian juga nggak tau gimana menangisnya aku saat baca chat dari dia yang berisikan "sadar diri aja".
Aku tau itu hanya cerita masalalu nya dengan sederet mantan pacarnya yang tak perlu dibahas lagi, tetapi sakit dihatiku belum seutuhnya pulih. Aku hanya bisa mencoba untuk menyembunyikannya dari AF, tapi aku tidak mampu untuk melupakan atau bahkan menyembuhkan luka yang sempat ia goreskan di hatiku.
Aku tau itu hanya cerita masalalu nya dengan sederet mantan pacarnya yang tak perlu dibahas lagi, tetapi sakit dihatiku belum seutuhnya pulih. Aku hanya bisa mencoba untuk menyembunyikannya dari AF, tapi aku tidak mampu untuk melupakan atau bahkan menyembuhkan luka yang sempat ia goreskan di hatiku.
Dan kini dia dengan mudahnya masuk ke kehidupanku lagi ketika dia sudah tidak bersama mantan pacarnya?
Dia melupakan begitu saja perkataan dan ucapan yang sudah meruntuhkan hatiku kala itu?
Seakan aku baru sadar setelah menjalani hubungan dengannya, ternyata aku sudah tidak menginginkannya lagi, thats why ketika kami pacaran, aku sudah tidak seantusias seperti yg kubayangkan.
Layaknya kalimat yang berbunyi "roda terus berputar" atau "karma itu ada" , aku seperti meyakini kalimat itu sekarang.
Setelah kejadian itu, aku sudah tidak pernah menghubunginya dan tidak mau merespon segalanya dari dia, mau itu SMS, inbox atau telfon sekalipun.
Dan maaf, aku menghapus dia dari daftar pertemananku, tetapi aku masih bisa mendapatkan inbox dari nya beberapa minggu setelah aku memutuskan untuk tidak meresponnya.
Dia mencoba untuk menambahkanku sebagai temannya lagi di facebook tetapi tidak langsung ku konfirmasi. Aku mendapati beberapa inbox dari nya yang berturut2 di kirimnya.
Kubaca satu persatu, isinya hampir sama semua, menanyakan kabar dan permintaan maaf. Dan tidak pernah kubalas juga.
Tidak terasa kini aku telah selesai PKL dan berada di kelas 3 sekarang, yeay aku senior. Aku berhak sedikit sombong, sombong karena aku sekarang senior dan sombong karena aku tidak lagi terikat dengan cinta yang membuatku bodoh HAHAHA
Selesai Ujian Praktek, Ujian Akhir Sekolah dan kini adalah saatnya Ujian Nasional.
Final dari semua penantianku, aku akan tamat sekolah sebentar lagi.
Final dari semua penantianku, aku akan tamat sekolah sebentar lagi.
Ujian Nasional diadakan pada tanggal 14 April-16 April, dan tgl 17 April adalah ulang tahunku. Betapa senangnya aku saat itu? Aku akan menamatkan sekolahku dan aku berulang tahun, tepat di hari yang sama.
Dipagi hari tgl 14 April, entah apa yang membuatku ingin membuka facebook, sekedar melihat2. Kudapati inbox dari dia dan langsung kubuka, isinya :
AF : Tyara, hari ini Ujian Nasional kan? Semangat ya tyara Ujian nya. Aku yakin Tyara bisa melewatinya.
Dalam hati berkata "melewati ujian darimu saja aku bisa, jadi In syaa Allah ujian Nasional pun bisa". Sinis bukan?
Tetapi aku tidak terlalu menghiraukan inbox itu, aku bahkan tidak membalasnya, aku segera log out account facebook ku dengan cepat setelah aku membaca inbox dari dia dan kembali bercerita dengan teman2ku sebelum Ujian Nasional dimulai beberapa menit lagi.
3 hari kemudian ...
Ujian ku telah selesai, kami tamattttttt. Yeayyyyy , kami sudah tidak akan diharuskan bangun pagi2 dan berangkat kesekolah, mengerjakan PR, praktek dll
Ujian ku telah selesai, kami tamattttttt. Yeayyyyy , kami sudah tidak akan diharuskan bangun pagi2 dan berangkat kesekolah, mengerjakan PR, praktek dll
Layaknya kebiasaan siswa/i dari tahun ke tahun, kami pun merayakan kelulusan dengan aksi coret2 yang kami gelar di tempat Pemandian air pegunungan (Sembahe), sangat menyenangkan.
Ya begitulah perjalanan sekolah ku. Setelah itu, saatnya aku menikmati libur panjangku..
Ya begitulah perjalanan sekolah ku. Setelah itu, saatnya aku menikmati libur panjangku..
Dan dia, mantan pacarku, lelaki yang dulu aku idam2kan, sampai sekarang pun masih menghubungiku.
Beberapa kali kudapati inbox dari dia ngajakin balikan. Cth :
Pesan 1 : Tyara, aku masih sayang sama mu, aku mau kita balikan kayak dulu. Walaupun sebenarnya gak ada kata putus antara kita.
Aku nyesal pernah sia2kan mu tyara. Aku baru sadar kalau kamu yang tulus sayang sama aku, aku salah selama ini menilai kamu..
Pesan 2 : Tolonglah balas pesan ini, nomor kamu masih yang lama kan? Kenapa enggak pernah angkat? Maafin aku. Aku sayang kamu..
Pesan 3 : aku selalu memimpikan bisa bersama kamu selamanya. Aku tau, aku banyak salah sama kamu. Tapi mohon lah, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya
Pesan 4 : Sebenarnya kita enggak putus, gak ada kata putus diantara kita. Cuma lost contact aja selama ini. Jangan buat aku seperti ini lah tyara. Apapun yang kamu suruh, akan aku lakuin sekarang asal bisa kembali lagi sama kamu.
Kurang lebih seperti itulah isi pesan dari dia, spam kan? Terlalu berlebihan. Mungkin jika dulu dia mengirimiku seperti itu, aku bisa kegirangan seperti orang gila. Tapi jika sekarang dia mengirimiku pesan itu, aku malah ilfeel.
Sebenarnya banyak lagi pesan yang dia kirim setelah itu, termasuk menanyakan perihal kuliahku. Dia menanyakan apa kegiatanku selanjutnya. Dan kali ini, aku membalas pesan nya karena ini membahas tentang kuliah, dengan senang hati aku memberitahunya perihal kuliah ku.
AF : Apa kabar? Lanjut apa nih sekarang? Kuliah atau kerja?
Me : Baik Alhamdulillah. Oh aku kuliah
AF : Alhamdulillah. Kuliah dimana tyara?
Me : Di Universitas Harapan (kampus swasta)
Seakan dia tidak putus asa akan hubungan yang pernah kami jalani, diapun memulai semuanya seperti drama
AF : oh iya tyara, aku masih sayang kali sama mu. Adakah kesempatan kedua tyara? Kupastikan aku gak akan sia2kan kamu lagi.
Dan aku mulai kesal, karena awalnya cuma bahas perihal kuliah, tapi kenapa malah merembet ke masa lalu?
Dan kubalas dengan setegas mungkin
Me : Gini ya, aku mau fokus kuliah. Aku gak pengen pacaran saat ini. Dan bukan mau mengungkit masalalu, apa pernah kau sadar gimana jahatnya dulu kau sama aku? Pernah kau tau seberapa sering aku nangisi kau cuma karena perasaanku yang begitu besar sama kau?
Kau bahkan gak perduli sama aku, kau gak pernah mau tau tentang perasaan aku. Sekarang kau seolah jadi orang yang paling tersakiti? Jauh sebelum kau merasakan ini, aku udah deluan ngerasainnya. Tapi aku gak kayak kau, aku simpan semuanya sendiri karena aku tau, kau gak akan perduli juga walaupun tau kondisi aku seperti apa saat itu. So, sekarang kita urusin aja diri masing2. Aku dengan kuliahku, dan kau dengan kegiatanmu. Aku harap kau cukup dewasa untuk ngertiin kondisi dan nerima keputusan aku. Udah ya, gak usah hubungi aku lagi. Aku udh pernah terlalu sakit. Semoga berhasil.
AF : tanpa aku sadari, air mataku netes baca pesan dari mu. Aku tau aku jahat. Aku tau kamu mungkin sangat marah samaku dan aku gak bisa lakuin apa2 selain minta maaf. Aku bodoh pernah lakuin hal itu dan sia2kan orang yang udah tulus sayang sama aku.
Tapi kamu harus tau, aku terus berdoa untuk hubungan kita agar seperti dulu. Aku tetap sayang sama kamu tyara.
Itulah isi pesan terakhir dia saat itu. Aku tidak menyangka diriku bisa menuliskan pesan seperti itu, ya mungkin itu naluri seorang perempuan yang terlalu tersakiti. Menurutku aku tidak menyakiti dia sama sekali,aku hanya menjaga hatiku agar tidak jatuh kelubang yang sama.
Dia tetap mengirimiku pesan, setelah beberapa bulan kemudian. Sekedar menanyakan kabarku , memberitahu kabarnya dan memberitahuku bahwa dia sudah berkerja saat itu.
Dan itu sama sekali tidak menarik perhatianku. Kubaca pesannya, dan ku sudahi seperti biasa.
Hari itu, sudah berganti tahun, dan aku kembali berada di bulan April, bulan kelahiranku.
Di awal April, dia mengirimiku inbox dan hatiku pun sudah mulai biasa, tidak emosi seperti sebelumnya, dan aku membalasnya dengan pesan2 ringan agar dia tidak merasa bahwa aku jahat (seperti dia dulu).
AF : Hallo Tyara, ganti nomer hp ya? Eh tyara suka warna apa?
Me : Nggak. Masih yang lama. Kenapa nanyain warna?
AF : gpp, mau tau aja. Tyara suka warna apa dan barang apa?
Me : iya tapi kenapa?
AF : jawab aja dulu.
Me : ungu. Dan kalo barang, apa aja suka.
AF : oh gitu ya tyara. Yaudh makasih ya
Sekitar tanggal 14 april, dia kirim pesan lagi padaku.
AF : Alamat rumah tyara dimana ya? Aku lupa
Tgl 15 dia kirim pesan lagi, Dan aku gak balas, bukan sengaja. Tetapi aku memang sedang tidak online
AF : Tyara, balas.
Tgl 18 dia kirim pesan lagi , isinya :
AF : Tyara, semalam aku udah mutar2 di daerah rumah tyara, tapi aku gak ketemu. Aku nyasar. Aku cuma mau ngantar kado untuk tyara. Kan tyara ulang tahun. Balas
Dan akupun baru online di tgl 19 April. Aku begitu sibuk dengan dunia nyata sampai aku tidak punya waktu untuk online pada saat itu hehe
Aku cuma balas
Me : eh maaf ya baru balas. Baru online
Dan kulihat status sedang mengetik, itu tandanya dia membalas pesanku saat itu juga
AF : iya tyara, aku mau antar kado. Kapan bisa ketemu?
Me : gak tau hehe
AF : jadi gimana kado ini? Aku cuma mau kasih ini kok.
Me : iya aku ga tau kapan bisa jumpa. Yaudah kamu simpan aja kadonya . Makasih ya
Seakan dunia berputar, akulah yang kejam sekarang. Apakah aku telah menyakiti hatinya? Tapi aku tetap dengan pendirianku, aku tidak terkecoh lagi dengan drama cinta ini.
Terserah kalian jika berfikiran aku jahat atau semacamnya, tapi aku rasa ini seperti memprotect diriku agar lebih berhati2 dalam menitipkan perasaanku.
Dan sejak itu aku bisa menyimpulkan bahwa memang "Indah Pada Waktunya" itu benar. Aku tenang, aku bahagia, aku seperti terlepas dari drama percintaan.
Tetapi aku juga membenarkan kalimat "Roda Terus Berputar", kenapa? Karena pada akhirnya dialah yang mencintaiku dengan teramat sangat hingga saat ini, dan biarkan ini menjadi sentilan kecil untuknya bahwa sesungguhnya cinta sendirian itu sakit, mencintai orang yang kita tidak tau hatinya untuk siapa.
Aku bukan ingin balas dendam, setitik niatpun tidak pernah ada untuk membiarkan dia merasa disakiti apalagi jika aku penyebabnya, aku juga tidak mau seperti ini, tapi aku juga tidak bisa membiarkan diriku kembali kepelukannya dan menjalani hubungan tanpa dasar cinta. Aku tidak mau salah langkah lagi dan menyakiti hatiku lagi.
Aku sudah terlalu sakit karena nya, maka dari itu maafkan aku yang benar2 tidak ingin bersamanya lagi.
Biarkan aku bahagia dengan cara ku. Dan akan kubiarkan dia mencari kebahagian juga dengan cara nya sendiri.
"Jangan pernah mengatakan kepadaku bahwa kau sangat mencintaiku , karena aku yakin kau akan mengatakan kalimat yang sama kepada wanita lain setelah kau berhasil melupakanku"
(Teruntuk AF yang pernah menjadi bagian dari kebahagiaanku)
Setelah itu, banyak kejadian2 kecil diantara kami tapi sejak saat itu kami sudah tidak pernah bertemu.
Dia selalu mengajakku jalan2 atau sekedar makan malam, tetapi aku menolak ajakannya sesering dia mengajakku. Aku benar2 sudah tidak bisa bertemu dengannya walaupun sekedar menjadi teman. Maaf!
Aku tidak melupakannya, bagaimanapun di pernah menjadi alasan kenapa aku begitu bahagia dan kenapa juga aku bisa begitu sedih. Terimakasih AF, yang pernah menjadi bagian kisah cintaku. Aku selalu ingat bagaimana dulu aku pernah mencintaimu, tapi sekarang sedikit berbeda, jika dulu aku mengingatmu dengan penuh imajinasi memilikimu, namun sekarang aku hanya mengingatmu sebagai orang yang pernah hadir memberi warna percintaan masa sekolah, tanpa ada harapan apapun lagi.
Bersambung..
Dan sejak itu aku bisa menyimpulkan bahwa memang "Indah Pada Waktunya" itu benar. Aku tenang, aku bahagia, aku seperti terlepas dari drama percintaan.
Tetapi aku juga membenarkan kalimat "Roda Terus Berputar", kenapa? Karena pada akhirnya dialah yang mencintaiku dengan teramat sangat hingga saat ini, dan biarkan ini menjadi sentilan kecil untuknya bahwa sesungguhnya cinta sendirian itu sakit, mencintai orang yang kita tidak tau hatinya untuk siapa.
Aku bukan ingin balas dendam, setitik niatpun tidak pernah ada untuk membiarkan dia merasa disakiti apalagi jika aku penyebabnya, aku juga tidak mau seperti ini, tapi aku juga tidak bisa membiarkan diriku kembali kepelukannya dan menjalani hubungan tanpa dasar cinta. Aku tidak mau salah langkah lagi dan menyakiti hatiku lagi.
Aku sudah terlalu sakit karena nya, maka dari itu maafkan aku yang benar2 tidak ingin bersamanya lagi.
Biarkan aku bahagia dengan cara ku. Dan akan kubiarkan dia mencari kebahagian juga dengan cara nya sendiri.
"Jangan pernah mengatakan kepadaku bahwa kau sangat mencintaiku , karena aku yakin kau akan mengatakan kalimat yang sama kepada wanita lain setelah kau berhasil melupakanku"
(Teruntuk AF yang pernah menjadi bagian dari kebahagiaanku)
Setelah itu, banyak kejadian2 kecil diantara kami tapi sejak saat itu kami sudah tidak pernah bertemu.
Dia selalu mengajakku jalan2 atau sekedar makan malam, tetapi aku menolak ajakannya sesering dia mengajakku. Aku benar2 sudah tidak bisa bertemu dengannya walaupun sekedar menjadi teman. Maaf!
Aku tidak melupakannya, bagaimanapun di pernah menjadi alasan kenapa aku begitu bahagia dan kenapa juga aku bisa begitu sedih. Terimakasih AF, yang pernah menjadi bagian kisah cintaku. Aku selalu ingat bagaimana dulu aku pernah mencintaimu, tapi sekarang sedikit berbeda, jika dulu aku mengingatmu dengan penuh imajinasi memilikimu, namun sekarang aku hanya mengingatmu sebagai orang yang pernah hadir memberi warna percintaan masa sekolah, tanpa ada harapan apapun lagi.
Bersambung..
Komentar
Posting Komentar