Part II

Hmm ..
Jadi sejak kejadian kisah cinta klasik itupun, aku mulai belajar untuk mencintai diriku sendiri dan berupaya agar aku tidak melalukan kesalahan2 hingga membuat diriku tersakiti lagi.
Seperti mencintai dia yang keterlaluan misalnya, hingga aku lupa bagaimana untuk mencintai diri sendiri. Dan kita akan tutup rapat2 tentang masalalu ku bersama AF, kita akan memulai cerita baru yang alurnya sedikit banyaknya hampir sama saja, tapi kali ini akankah berakhir happy ending? Yuk simak cerita cinta ku yang tidak seberapa ini ..
Aku, tetaplah aku. Berani sekali aku berkhayal bisa populer saat di kampus. Tetapi, itulah yang terjadi.
Bukan sombong, tetapi memang siapa yang tidak kenal denganku semasa aku kuliah? Bisa ditanya, mulai dari junior sampai senior pun mengenali aku.
Aku tidak istimewa, tidak cantik, pintar pun tidak. Tetapi, aku bisa dikenal banyak orang di kampus.
Mari kita simpulkan, mungkin aku mudah dikenal dan menjadi terkenal sedemikian mungkin, karena aku lah satu2nya perempuan berpostur big size di kampus itu haha
But its okay, aku tidak pernah menyalahkan mereka jika memang itu alasan yang sebenarnya.

Aku merasa, ketika aku duduk di bangku kuliahan, aku lebih rileks menjalani hari2ku, aku tidak punya banyak alasan untuk itu, ya mungkin memang ini istimewanya menjadi mahasiswa, banyak kebebasan yang didapat ketika kita menjadi mahasiswa.
Salah satunya kebebasan mencintai senior dikampus tanpa mikir panjang haha.
Nah, jadi ceritanya tuh gini, saat aku mendaftar kuliah dulu, aku sengaja milih evening class supaya lebih enjoy aja, gak ada kewajiban bangun pagi dll, because im not morning person hihi
Dan alasan lainnya, karena mitosnya anak yang kuliah sore lebih banyak yang cakep hahaha
Seperti tidak belajar dari pengalaman, masih saja berani2nya aku berniat untuk mencari pacar saat kuliah.
Saat itu aku adalah mahasiswi kelas sore fakultas Sastra Inggris, wahhh cukup bergengsi ya? Pasti pada mikir, isinya anak2 yang gaul dsb? No. Salah besar!
Di kampusku cuma ada beberapa Jurusan, yaitu Ekonomi, Bahasa Asing, Tekhnik dan ada beberapa yang lain nya.
Nah, semua fakultas, terkalahkan dengan fakultas ekonomi. Kenapa? Tentu saja karena Fakultas Ekonomi di kampus ku cukup terkenal dengan anak2 highclass nya, sudah tidak menjadi pemandangan mencengangkan lagi jika banyak berjejer mobil sport mewah di parkiran kampus yang rata2 pemiliknya adalah anak dari Fakultas Ekonomi. Ga tau kenapa, tapi memang sejak dulu sudah begitu.
Sedangkan di Fakultas ku? Tidak terlalu banyak yang nyentrik, Semuanya wajar saja, sederhana seperti anak kuliahan yang semestinya. Termasuk aku hehe

Aku gak akan bahas tentang itu, kita akan bahas tentang salah satu kisah cinta part II ku setelah part I kemarin yang berakhir begitu saja hehe
Jadi, saat itu, saat aku masih semester 2, dan dalam keadaan jomblo tapi happy, aku mulai penasaran lagi dengan rasanya punya pacar. Iya dong, tentu saja aku kembali menginginkan punya pacar, siapa sih yang ingin melewati masa2 remaja nya, dikampus seorang diri? Miris liat diri sendiri yang gak ada pengalaman indah untuk diceritakan dengan teman kuliah.
Disaat teman2 kuliah ngajak hangout, pada bawa pasangan, ada yang udah pacaran, ada juga yang masih gebetan menuju jadian, dan ada yang udah nikah. Baper gak sih? Saat mereka mengumbar kemesraan didepan mu yang mengaku jomblo itu asyik, tetapi hati rasanya ingin menjerit "aaaaaaaa aku kapan???"
Nah, disitu aku terpacu ingin merasakan jatuh cinta lagi, tetapi tidak tau dengan siapa. Ini tentang perasaan, tidak bisa dipaksa. Kalau mau dipaksa, pura2 jatuh cinta sama tetangga sebelah rumah juga bisa. Tapi beda dong, jatuh cinta tidak bisa dibuat2, itu terjadi pure dari hati, disaat kita merasakan ada getaran2 yang aneh saat bertemu, atau grogi, atau ingin selalu tampil sempurna didepan dia, atau selalu terbayang2 dia, atau selalu antusias ketika namanya disebut dan ingin rasanya mengulang2 kalimat yang terselipkan nama dia, mungkin itulah tanda kita sudah jatuh cinta kepadanya. Berbeda dengan terlanjur sayang, itu hal yang sulit, aku belum mau bahas, nanti saja di part III hehe
Jatuh cinta itu adalah awal menyakiti diri sendiri,
Dan walaupun aku sudah tau, memulai jatuh cinta adalah awal dari menyakiti diri sendiri, aku tetap ingin merasakannya. Sebenarnya tidak sepenuhnya sepahit itu, ada beberapa fase yang buat kita bahagia dikarenakan sedang jatuh cinta, tetapi tidak banyak yang berhasil mempertahankannya sampai ke akhir hubungan. Kebanyakan menyerah di pertengahan hubungan dan lagi lagi dua sejoli akan merasakan pahitnya jatuh cinta..

Kini, aku mulai memberanikan diri lagi untuk membuka hati, 2 bulan sudah aku membuka hatiku dengan amat sangat lebar sehingga siapapun yang datang sudah dipastikan boleh masuk hehe
Tetapi, 2 bulan itu jangankan ada yang datang, berniat untuk singgah saja pun tidak ada . Miris !
(Padahal makanan basi aja masih dihinggapin sama lalat).
Dengan bangganya aku yakin akan diri sendiri, pasti ada yang datang dan masuk kedalam hatiku, 3 bulan berlalu, masuk bulan ke 4, bulan ke 5, bulan ke 6, tibalah aku di semester 3, fix tidak ada satupun dari mereka yang melihat begitu lebarnya pintu hatiku terbuka dan mereka tidak melihat betapa kosongnya setiap sudut ruang hatiku, hingga jika salah satu dari mereka menyadarinya, mereka bisa masuk dan menetap didalamnya dengan nyaman.
Aku mulai bosan dengan penantian ini, aku mulai berkata dalam hati "tak pantas kah aku merasakan apa yang teman2ku rasakan?".
Kucoba untuk tetap santai dan beristirahat sebentar agar hatiku tidak kelelahan menunggu sosok yang akan megisi hatiku kelak.

Hari itu, aku sudah berada di kampus 2 jam sebelum kuliah di mulai, karena sudah terlanjur meletakkan kendaraan di parkiran kampus, itu artinya aku akan berdiam diri di Lingkungan kampus. 
Lucu dong rasanya sendirian di kampus dengan keadaan jomblo pula, udah gitu teman yang lain pada belum datang karena kuliah dimulai jam 5 sore sedangkan aku sudah berada dikampus jam 3 sore. Andai saja dosen melihatku seantusias ini , mungkin aku dapat nilai A+ hehehe (padahal ini semata2 karena salah liat jadwal).
Terasa bosan, duduk berdiam diri, aku berinisiatif untuk pergi ke Warkop (warung kopi) yang berada didepan kampusku, tidak perlu berkendara untuk sampai di warkop itu, tergelincir dikit juga sampai, itulah istilahnya sangkin dekatnya hehe
Cuma menyebrang jalan saja.
Aku memutuskan untuk duduk di warkop itu, setidaknya situasi disana tidak terlalu senyap, ada banyak pengamen anak2 yang menyayikan lagu ciptaan mereka dengan raut wajah yang kucel dan berharap kita menyisihkan sedikit uang untuk dibawanya pulang. Yaa, aku terhibur saat itu, karena posisinya juga aku lagi kesepian, mau tidak mau aku akan merasa terhibur dengan kejadian apapun yang terjadi saat itu.
Saat pengamen2 cilik itu menyanyikan lagu2nya, aku memandangi mereka dan mengamati setiap lirik lagunya, tetapi tiba2 semua buyar dikarenakan sosok pria yang duduk tidak jauh dari aku, masih sederet denganku , hanya saja berbeda meja, pria itu juga sama sepertiku, dia senyum dan sesekali tertawa kecil melihat tingkah laku pengamen2 cilik itu, bedanya pria itu masih fokus dan aku sudah buyar karena nya.
Dalam hati menjerit "ohmyghostttttt!!!! Cakeppppppppppppp kaliiii. Ini makhluk dari manaaaaaa yaampuunn". Tidak sampai disitu, aku masih memandanginya, dan dia masih memandangi pengamen itu. Seperti rantai pemandangan hehe
Dengan sigap aku mengambil handphone ku dan membuka kamera , dan tekan tombol video.
Dengan sangat hati2 aku mengarahkan kamera handphoneku agar dia tidak curiga, layaknya sedang memvideokan pengamen2 itu, akupun pura2 menggoyang2kan kepalaku seakan2 mengikuti irama musik yang sedang pengamen itu mainkan, padahal aku tidak sedang merekam mereka, tentu saja aku merekam pria itu. Harapanku saat itu hanya pada pengamen2 cilik itu, dalam hati berkata "tambah lagi lagunya please", setidaknya itu yang bisa membuat aku lebih lama untuk menikmati senyuman sosok pria misterius itu.
Tetapi, pengamen2 cilik itu terlihat sudah lelah karena menyayikan lagu tanpa ada yang menyumbang, lalu mereka menyudahi lagu mereka dan menadahkan plastik kresek untuk meminta sedikit imbalan karena sudah menghibur orang yang berada disana saat itu.

Aku sudah menyudahi video ku sebelum para pengamen itu selesai bernyanyi, karena aku takut ketahuan. Setidaknya dengan durasi 28 detik itu, aku bisa bahagia dan bisa menikmati senyumannya saat dirumah nanti.
Entah ini kebetulan atau dia mulai tau bahwa aku curi2 pandang terhadapnya, dia pun mulai memerhatikanku. Spontan aku menjadi salah tingkah dan keringat dingin, bukan apa2, aku hanya tidak enak hati kalau dia tau aku telah memvideokan nya diam2. Tetapi untungnya tidak ada yang dilakukannya padaku, mungkin dia memperhatikanku karena aku duduk sendirian beberapa lama tanpa ada yang menemaniku. Atau bahkan dia punya niat untuk menemaniku? Ahhhhh ! Aku siap lahir dan bathin untuk itu.
Tetapi itu tidak terjadi, kenyataannya aku tetap duduk sendirian sampai jam 4.40 wib .
Dan dia sudah pergi deluan sekitar jam 4.15 wib , itu artinya aku melewati 25 menit tanpa kehadiran dia di warkop saat itu, sedihnyaaa ...
Tidak ada perkenalan, tidak ada saling lempar senyum, tidak ada adegan pura2 jatuhin sapu tangan terus diambilin , tidak ada pura2 numpahin air es teh manis supaya di lap , semua tidak ada. Dia pergi begitu saja meninggalkanku yang penuh harap ini.
Mungkin kalian menganggap aku freak? Bagaimana bisa aku seantusias itu dengan orang yang baru kutemui beberapa jam? Ya itulah aku, aku serasa memiliki feeling2 kuat saat aku bertemu dengan orang yang menurutku tepat untuk disukai.
Tetapi sayangnya feeling2 itulah yang mengacaukan hatiku pada akhirnya.

Saatnya aku kembali ke kampus dan masuk ke kelas, dengan perasaan gembira, ceria, kuceritakan apa yang terjadi dengan semua temanku, bahkan dengan yang bukan temanku pun kuceritakan juga (loh?) .
Satu2nya barang bukti yaitu video, satu2nya cara untuk aku mengingat betapa mematikan senyuman nya itu.
Dengan senyumku yang masih belum hilang dari wajahku, dan perasaan gak karuan, aku berkhayal (lagi) seperti biasa, andai saja pria itu kuliah di kampus yang sama denganku, kupastikan aku akan jadi mahasiswi yang terajin untuk beberapa semester kedepan.
Tetapi itu cuma khayalanku, mana mungkin dia kuliah di kampus ini, 3 semester sudah kulalui disini, baru hari itulah kutemui dia, so tidak mungkin dia mahasiswa di kampus ku.
Teman2 ku yang mendengarkan ceritaku pun ikut penasaran, siapakah dia? Tapi tidak satupun dari mereka yang mengenali sosok pria tsb.
Kalau begini, sudah kuprediksi aku akan galau tingkat dewa (lagi) saat aku tidak akan pernah mendapatkan jejaknya lagi.

Esoknya, masih dengan perasaan yang sama, tidak berkurang sedikitpun, aku masih terbayang2 senyumnya, ditambah aku sudah mengulang video nya ratusan kali, aku bahkan sudah hafal gerak gerik setiap detiknya, aku juga sudah tau kapan dia tersenyum di dalam video itu, kuhafal semuanya seakan itu salah satu soal ujian mid semester haha

Hari berlalu, aku mulai putus asa, setiap aku ke warkop, tidak kutemui lagi keberadaannya disana, aku mulai mengurangi imajinasiku yang tinggi itu, aku mulai mengurangi menonton video nya agar aku bisa melupakannya, karena percuma saja, aku hanya bisa terus2an berkhayal untuk yang tidak pasti.
Kini, seminggu sudah sejak pertemuanku di warkop itu, dan tetap tidak bertemu dan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi dengannya..
Aku sudah pasrah, mungkin pertemuan ketidaksengajaan itu hanyalah sampai disitu, tidak akan ada kelanjutan ceritanya.
Hari itu, dimana aku mulai berusaha untuk melupakan sosok pria itu dan berniat untuk menghapus videonya, aku pun berjalan di koridor kampus menuju kantin, mungkin disana aku akan melakukan perdebatan panjang antara aku dan diriku hanya untuk menghapus video berdurasi 28 detik itu.
Aku jalan dengan murung, letih, lemas, lesu, karena aku akan kehilangan video itu, aku jalan dengan kepala menunduk kebawah, agar menghindari tatapan orang2. Karena aku sangat kacau saat itu!
Saat aku berjalan, ada suara pria yang memanggil nama ku dari belakang , "tyaraaaaaa..... tyaraaa.... "
Dengan sigap aku menoleh, berharap keajaiban terjadi.
Aku butuh melihat beberapa detik untuk tau siapa yang memanggilku, dikarenakan mataku sedikit rabun.
Sosok pria itu pun tampak berjalan ke arahku dan semakin mendekat, daaaaaaaaannnnn tarrraaaaaaaaaa , siapakah diaa? Dia adalah sahabatku ! Siallllll !!
Namanya Nartok, Comedian Medan yang bener2 kocak, plus sahabatku ini juga seorang Rapper.

Aku sudah berharap pria misterius itulah yang memanggil2ku.
Bagaimana bisa aku tidak mengenali suara cempreng sahabatku? Mungkin aku kurang fokus saat itu.
Perbincangan ringan dan khas logat Medan ala kami pun terjadi :

Nartok : mau kemana ko wak?

Aku : kantin bentar. Ikut?

Nartok : sendiri? Ngapain?

Aku : bosan disini

Nartok : udahla disana aja (nunjuk kelas)

Aku : ngapain dikelas?

Nartok : duduk didepan itu lah kayak biasa. Yoklah

Aku : hmm yaudahla oke

Nb : wak , adalah panggilan aku ke sahabat2ku, sama seperti Say, sist, bro, dude . Wak memang sering digunakan di Medan.

Perjalananku ke kantin pun digagalkan oleh Nartok, mungkin ini pertanda bahwa aku tidak boleh menghapus video tsb.
Aku bahkan belum sempat cerita dengan Nartok tentang sosok pria yang kutemui di warkop minggu lalu, karena dia tidak berada di kampus beberapa hari itu dan aku tidak berniat untuk menceritakannya saat itu. Kami terlalu asyik ngobrol seperti biasa, dia dengan jokes recehnya (kebetulan dia sering ikut stand up comedy) , dan aku dengan jokes yang tidak terlalu lucu akibat suasana hati yang sedang tidak bersahabat.
Ditengah asyiknya jokes2 receh itu terjadi, kulihat sosok pria yang ku cari2 selama ini jalan di koridor tepat dimana aku menuju ke kantin tadi, dia bersama 3 temannya jalan beriringan, tampak mereka sedang tertawa satu sama lain seperti sedang ngejokes juga, dalam posisi tetap jalan, mereka pun seperti saling tolak menolak karena tidak tahan dengan lucunya jokes yang mereka buat (mungkin).
Dan aku, terdiam, mengacuhkan Nartok yang masih meneruskan jokesnya tetapi sudah tidak kudengarkan lagi ketika aku melihat pria itu.
Ribuan pertanyaan menyerbu diriku

Apa yang dilakukannya disini?
Ngapain dia ada di kampusku?
Apakah dia kuliah disini?
Atau dia cuma mengunjungi pacarnya yang kuliah disini?
Apakah itu beneran pria itu?

Dia tetap berjalan dan kini melaluiku, dia melihatku, dia menatapkuuuuuuu. Apakah ini mimpi? Itu beneran dia. Aku masih ingat senyuman itu !!!!
Rasanya seperti mau pingsan, terlalu drama bukan? Itulah aku.
Cepat2 ku bungkam Nartok yang masih berisik dengan lelucon gak penting itu, dan ku serbu dengan pertanyaan2.

Eh kau kenal abang itu?
Kenapa dia disini ya?
Dia kuliah disini?
Siapa namanya?

Aku tidak sadar telah membuat sahabatku kebingungan, maksudnya kenapa aku terlihat sangat kepo? Sedangkan Nartok tidak tau mengenai kejadian beberapa minggu lalu yang terjadi diwarkop.
Dan aku pun menceritakan garis besarnya saja pada dirinya saat itu.
Dan dengan santai Nartok berkata "oh kenal lah, nama dia SM, dia abang kelasku semasa aku SMA di Harapan, di atasku setahun. Dan dia kuliah disini, udah semester akhir sih, dia sama seperti kita, Fakultas Sastra Inggris juga tapi dia ambil Morning Class"

Jantungku semakin berdegup kencang, aku seperti mimpi mendengarkan pernyataan Nartok tadi.
Ternyata, pria itu sekampus denganku, ternyata dia tidak jauh2 dariku, hanya morning class dan evening class aja yang menjadi halangan pertemuan kami.
Astagaaaaaa, apakah ini yang dinamakan jodoh? Seperti terjawab sudah semuanya, ya setidaknya ternyata kami sekampus.

Hubunganku dengan sahabatku itu sangatlah dekat, aku bisa meminta bantuan dia kali ini, karena dia tau banyak hal tentang pria itu. Tetapi bukan sahabat namanya jika langsung setuju ketika diminta bantuan, ada saja ritual2 yang harus dilakukan, tapi apa salahnya berkorban demi pria itu? Toh aku sudah jatuh cinta padanya ...
Setelah semuanya sudah oke, dan aku pun mempersiapkan diriku untuk memulai nya. Dia gebetanku sekarang !
Sahabatku sudah memberi tahu banyak hal tentang SM, disertai nama akun instagramnya, secepat kilat ku lacak dan aku mendapatkannya dalam hitungan detik.
Tidak langsung kufollow, kubuka dan ku lihat sampai postingan pertama dia sekitar beberapa tahun yang lalu.
Dan, ahhhh sial ! Dia sudah memiliki pacar, ada beberapa postingan nya bersama pacarnya dengan caption yang tidak romantis sama sekali tapi menunjukkan bahwa dia bahagia bersama pacarnya.
Dalam hati berkata "sudahlah, ini tidak akan berhasil". Dan aku bukan tipe perempuan yang suka masuk dalam kehidupan percintaan orang, aku tidak akan menjadi perusak hubungan mereka.
Bagaimana bisa aku menyukai pria yang sudah bahagia dengan wanita nya?
Lebih baik aku yang mengurungkan niatku, lebih baik aku yang tersakiti dari pada aku harus menyakiti. Itu prinsip hidupku.
Karena aku paham betul bagaimana rasanya ketika orang yang kita sayang, direbut orang lain, ya aku paham karena aku mengalaminya, kita akan bahas di Next Part hehe.
Setelah ku stalking instagramnya beberapa hari, kondisi masih sama, tidak ada yang berubah. Kuputuskan untuk tidak menjadi stalkernya lagi, karena itu akan menyakiti diriku saja, melihatnya berpose mesra dengan senyumannya yang masih belum berubah, mematikan.

Kini , video telah kuhapus, tidak ada lagi senyuman yang bisa ku tonton sebelum aku tertidur malam.
Beberapa minggu setelah aku tidak pernah melihat instagramnya lagi, rasa penasaran pun datang. Tidak ada niat apapun, hanya ingin melihatnya saja, karena aku tidak pernah berjumpa lagi dengannya di kampus, mungkin dia terlalu sibuk dengan skripsinya dan juga karena dia kuliah pagi sedangkan aku sore, mustahil untuk berjumpa intens dengannya.
Instagram adalah satu2nya cara untuk aku mengetahui apa kegiatannya. Sebelum aku membuka ig nya, kupersiapkan mental dan merilekskan hati, karena harus melihat foto nya dengan pacarnya yang cantik itu.
Dimulai dari mengetikkan namanya di pencarian, kudapati dengan cepat akun nya, ku klik namanya dan terbukalah profilnya, aku menunggu beberapa detik untuk melihat foto2nya karena signal kurang bagus saat itu, loading yang agak lelet, membuatku semakin deg2an.
Setelah foto terbuka semua, aku hampir menjatuhkan handphoneku.
Kenapa?
Karena tidak kudapati satu pun foto dia bersama pacarnya !!!!!
Aku memulai kebiasaanku, bertanya2.

Mana foto dia bersama pacarnya?
Kok dihapus?
Udah putus kah?

Segera ku refresh instagramku agar memastikan foto2 itu memang sudah dia hapus dari akunnya atau hanya pengaruh signal yang kurang bagus. Dan ternyata benar, memang tidak ada lagi foto tsb.
Aku tidak tau harus senang atau sedih saat itu, tapi jujur saja aku sangat lega (akhirnya dia jomblo).
Kuceritakan kepada teman dan sahabatku tentang putusnya dia dengan pacarnya, dan mereka pun menyuruhku untuk melanjutkan misi , Nartok berkata "gas wak, tunggu apalagi?".
Dan aku pun kembali memintai teman dan sahabatku ikut serta membantu ku untuk menyelesaikan misi2 ku.
Dimulai dari, ngefollow nya di ig, semua temanku kusuruh ngefollow akun nya di ig, agar mudah untuk mengetahui apa saja kegiatannya.
Beberapa temanku mulai mengiriminya DM di ig, sekedar say Hi dengan alasan junior harus mengenali senior untuk sharing pengalaman. Dasar alay!
Tidak butuh waktu lama, ig ku pun akhirnya di follow pria itu. Entah apa yang membuatnya tergerak untuk ngefollowku.

Ahhhhhhhhhhhhhh aku seperti anak kecil yang kegirangan saat dibelikan mainan, aku lompat2, histeris dan aku tidak bisa control diriku saat itu.
Dan seperti perempuan pada umumnya, gengsi itu prioritas utama, padahal bisa saja langsung ku followback saat itu juga, tapi agar kelihatan sosok elegan, kubiarkan beberapa hari dulu barulah ku followback. Iya, wanita memang gitu, padahal suka tapi sok jual mahal hahahaha (Womens secret)
Setelah kufollowback dia, akupun mulai memberanikan diri untuk meninggalkan komentar di foto yang dia posting, misalnya "wah bagus ya pemandangannya, dimana ini bang?". Dan aku ngelove semua postingan yang dia post.
Sebaliknya juga dengan dia, dia selalu ngelove postingan ku yang kebanyakan selfie, dan terkadang meninggalkan komentar2 ringan.
Dia juga pernah berkomentar dibarengi dengan emoticon love, langsung ku screenshot dan ku abadikan. Segila itukah aku?
Kuanggap, ini adalah lampu hijau dari nya, mungkin dia juga menyukai ku seperti aku menyukainya.
Imajinasi pun kembali datang, aku selalu mengkhayal sebelum tidur, aku kembali membuat skenario untuk kunikmati sendiri, aku memposisikan diriku sebagai orang yang sangat amat dicintai olehnya, hingga aku terlelap bersama khayalanku.
Kini aku sudah tidak segan2 lagi, aku sudah terlalu membebaskan diriku untuk terus2an berinteraksi dengannya, walaupun hanya sekedar di balik layar, tetapi peluang sakit hati tetap ada.
Jarang memang kami bertemu, jika bertemu pun hanya papasan saja, tidak pernah yang namanya bertemu dan ngobrol atau sekedar say Hi sekalipun. Hanya saling lempar senyum dan bahkan pura2 tidak melihat saat papasan, entah apa yang terjadi, padahal di sosial media hubungan kami sudah sangat akrab.
Dan pada akhirnya, kami dengan tidak sengaja bertemu di caffe yang setiap malam ada pertunjukan Stand up comedy nya, kebetulan Nartok sahabatku akan tampil di caffe tsb pada malam itu.
Jujur, aku sama sekali tidak tau keberadaannya di caffe itu jika aku tidak di sikut oleh teman2 ku, mereka yang histeris bilang "eh itu doi, dia disini juga, tp kau jangan lihat dulu ya, soalnya dia lagi lihatin kau"
Akupun pura2 tidak melihat, tapi karena penasaran, pelan2 aku menoleh dan benar!!!!!!
DIA ADA DISINI !!!
OH YA TUHAN , APAKAH INI YANG DINAMAKAN JODOH GAK KEMANA?
Aku langsung salah tingkah.
Duduk gak nyaman...
Tertawa padahal sedang tidak ada yang perlu ditertawakan...
Selalu benerin jilbab...
Sok2 sibuk liat hp padahal gak ada chat masuk...
Pokoknya saat itu aku aneh.

Satu persatu peserta stand up comedy pun maju dan naik ke panggung kecil yang disediakan oleh pihak caffe.
Mereka ngejokes, ada yang lucu dan banyak juga yang garing, tetapi aku tertawa, agar terlihat bahagia. Receh nya selera humorku saat aku jatuh cinta sehingga aku bisa menertawakan jokes yang garing.
Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, caffe pun sudah terlihat sedikit kosong, situasi lengang, tetapi MC berkata "yuk siapa yang mau stand up lagi? Sebagai penutup kita malam ini"
Aku sudah bergegas mau pulang saat itu, kami sudah membayar bill makanan dan segera bangkit dari sofa2 empuk itu, tetapi kulihat pria idamanku berdiri dan berjalan ke arah depan, entah apa yang dilakukannya tetapi dia terlihat antusias.
Segera MC memberikan mic kepadanya, dan ternyata di lah komika penutup malam itu.
Dengan spontan aku dan teman2ku duduk kembali di meja kami untuk menyaksikan makhluk tuhan paling seksi itu stand up comedy.
Dia memulai dengan jokes2 kecil, penonton pun tertawa2 kecil, termasuk aku.
Kuperhatikan dia dari ujung kepala sampai ujung kaki, aku menyukainya...
Selesai sudah aksi dia malam itu yang menurutku agak garing tapi kupaksakan tertawa, hanya karena aku tidak mau mengecewakan usahanya untuk menghibur.

Aku dan teman2ku pun kali ini beneran bergegas dan jalan menuju keluar, sama hal nya dengan dia, diapun tampak sibuk mengemas barangnya dan bergegas untuk pulang juga.
Sampai diluar caffe, aku sedikit berbincang2 dengan MC stand up comedy tadi, kebetulan mereka adalah temanku.
Sedangkan temanku yg lain pergi ke parkiran untuk ngambil mobil disana, jaraknya cukup jauh (karena parkiran kawasan caffe full saat itu), itu artinya aku punya kesempatan menunggu pria itu keluar dari caffe, dan benar saja, tidak lama kumenunggu, akhirnya keluar lah SM dari caffe , aku berusaha untuk tidak melihatnya, aku hanya mengawasinya dari sudut mataku saja, aku masih pura2 ngobrol dengan MC padahal aku sudah tidak fokus saat itu.
Tampak dia melaluiku dan segera masuk kedalam mobilnya yang saat itu berada di parkiran depan caffe, dibarengi temanku yang sudah parkir juga dibelakang mobil dia dan mengklakson2 memberi ku kode agar aku segera masuk kedalam mobil.
Aku pamit pada MC lalu aku pun masuk kedalam mobil, tetapi terlihat mobil SM masih belum pergi juga, ntah apa yang ditunggunya, setelah temanku hendak menginjak gas, dengan waktu bersamaan pun mobil SM tampak melaju, seakan ada yang di buru.
Kami berniat untuk membuntutinya saat itu tapi gagal karena kami telah kehilangan jejaknya..

Sesampainya di rumah masing2, aku pun merebahkan diri mengingat hal2 yang terjadi di caffee tadi, betapa bahagianya aku berada disana, betapa bahagianya aku bisa menyaksikannya tadi, aku memejamkan mataku beberapa menit mencoba untuk mengingat kembali yang telah kualami di caffe tadi, dan terhanyut oleh rasa bahagia pada malam itu.

Beberapa saat setelah itu, seperti biasa, aku tidak langsung tidur, aku dan teman2ku selalu saja melanjutkan perbincangan di group whatsapp, perbincangan yang sangat amat tidak penting pun di mulai, dan beberapa dari mereka menyuruhku untuk login instagram.
Kubukalah ig ku, kudapati puluhan notif yang isinya komentar dari teman2ku, dan 1 notif yang tertulis "devi telah menandai anda di postingannya".
Kubuka, dan astagaaaaaaaaaaaaaa!!!
Aku menjerit, jantungku berdegup kencang, ingin ku campakkan hp ku dan menutup muka ku dengan bantal.
Aku melihat diriku di postingan itu yang sedang menatap SM ketika sedang Stand up, dengan senyuman penuh harapan yang terukir di wajahku. Dan terlihat juga sosok SM didalam photo itu yang sedang memegang mic, candid.
Ternyata salah satu temanku diam2 mengambil gambarku ketika aku di caffe tadi tanpa kusadari. Yang parahnya, bukan hanya aku yang ditandai dipostingan tersebut, melainkan SM pun ikut ditandai. Itu artinya, setiap komentar dari teman2ku di postingan itu, akan masuk ke notification SM juga. Oh my god!
Mana komentarnya gak ada yang genah, semua isinya memperjelas bahwa aku menyukai doi. Saat itu aku benar2 malu dan ingin rasanya membunuh semua teman2ku yang udah berhasil membuatku dipermalukan di sosial media.
Aku tidak meninggalkan komentar apapun, hanya teman2ku yang saling balas membalas komentar dan tak lupa selalu mention namaku setiap kali membalas komentar.
Beberapa menit kemudian kudapati notifikasi SM menyukai komentar dan membalas komentar dipostingan tsb, otomatis aku tau karena notif nya masuk ke akun ku.
Astagaaaa, aku beneran gak tau mau berbuat apa saat itu, aku tidak ingin doi berfikiran bahwa aku dan teman2ku terlalu alay melakukan hal2 seperti foto candid tsb, aku juga tidak mau doi ilfeel denganku cuma karena perbuatan teman2ku.
Ku gelisah malam itu, kucoba untuk mengirimkan permintaan maaf melalui DM

Me : bang, maaf ya kalau postingannya mengganggu. Kawan2 tya memang kurang kerjaan. Maaf kalo udah buat semak.

SM : hahaha gpp kok tya, abang malah senang. Lucu bacanya, jadi hiburan.

Lega kah aku setelah membaca balasan DM dari nya? Tidak! Tidak sama sekali ! Aku tetap takut kalau dia akan ilfeel padaku. 
Aku tau, mungkin ini salah satu usaha para sahabatku untuk mencoba mencomblangiku dengan SM, tapi tidak dengan cara mempermalukanku seperti itu.
Tetapi semua sudah terjadi, aku hanya menyuruh temanku untuk menghapus postingan tsb dan memintai mereka agar jangan melakukan itu lagi.
Tetapi teman memang terkadang seperti iblis, bukannya dihapus saat itu juga, mereka masih saja menjadikan fotoku itu trending topic dikampus untuk 3 hari berturut2 lalu menghapusnya setelah itu.
Sejak kejadian itu, senior2 yang kenal dekat denganku pun bertanya :
 "eh dek, dekat sama abang itu ya".
 Atau 
"cieee tyara sama abang itu sekarang".
Sebenarnya aku menyukai situasi ini, dimana orang2 beranggapan bahwa aku memiliki hubungan special dengan SM, dan kuharap semua gosip itu sampai ke telinga SM dan aku pun tidak perlu susah payah untuk "kode" doi lagi hehe
Ada juga beberapa komentar sinis dari anak morning class seangkatanku seperti "eh itu dia gak sadar diri kali yah sok cantik gitu", aku mengetahuinya dari temanku yang berhasil mendengarnya langsung dari sebuah geng perempuan sok highclass dan mereka membenciku tanpa kutahu apa alasannya, padahal mereka sudah jelas lebih tajir dariku dan lebih cantik, tetapi masih saja iri dengan keadaanku? Manusia memang tidak pernah puas. Tetapi aku tidak terlalu ambil pusing mengenai mereka, selama aku masih dijalan yang benar dan tidak mengusik mereka, aku tetap santai.

Waktu terus berjalan, SM sudah menyelesaikan kuliahnya dan telah wisuda saat itu, artinya ia akan meninggalkan aku dikampus tanpa ada hilal yang jelas, tapi komunikasi di ig pun tetap terus berjalan, tanpa ada status kejelasan, ketemuan tidak pernah, tukaran nomor whatsapp pun tidak, mungkin sudah saatnya untuk aku yang membuang jauh sifat gengsi ku dan mencoba untuk menghubunginya deluan, karena jika tidak, aku akan terus2an baper sendirian.
Kucoba untuk mengiriminya DM di ig, dimulai dari basa basi standart yang berisikan "hai bang, apa kabar?"
Tidak langsung dibalas, hatiku pun mulai cemas, tapi kucoba untuk tidak childish, mungkin dia sedang tidak online. Lalu berapa saat kemudian, kudapati notif DM di instagramku, dan itu dia. Balasan yang singkat tetapi bagaimanapun aku bahagia karena dia masih sudi membalas pesanku.

SM : baik alhamdulillah. Kamu apa kabar?

Me : alhamdulillah baik juga bang. Eh abang dimana sekarang?

SM : abang di Jakarta sekarang dek.

Me : loh ngapain bang? (Mulai cemas)

SM : main kerumah kakak disini hehe

Aku : oh kirain abang mau nikah (KODE)

SM : hahaha gak lah dek. Calonnya aja belum ada.

Me : umur abang berapa? (Aku mulai terlalu berani, lancang)

SM : abang udah tua dek hehe, udah 25 tahun.

Me : oh udah cocoksih kalau mau nikah hehe

SM : iya doain aja ya supaya dikasih jodoh cepat

Me : (rasanya kuingin menjerit trus bilang kalo aku siap jadi pendampingmuuuuuuu banggg) oh hehe iya Aamiin semoga ya.

SM : iya tyara. Makasih ya hehe

Me : oh ya bang, boleh minta whatsapp atau id line? *sambil nahan malu*

SM : oh boleh, add aja id line *******

Tidak tunggu waktu lama, ku add lah id line nya dan bertemanlah kami di line.
Sebenernya aku tidak menggunakan line pada saat itu, aku hanya basa basi menanyakan line sebagai option, padahal berharapnya dikasih nomer whatsapp, karena otomatis aku mendapatkan nomer pribadi dia juga dong? Hehe.
Tetapi karena dia sudah terlanjur memberikanku id line, dengan cepat aku langsung buka playstore dan mendownload app line. Aku tidak ingin menyia2kan moment ini .
Setelah ku add, tidak banyak conversation antara aku dan dia, dia tidak terlalu antusias sepertiku. Aku merasa dia tidak menginginkan berbincang denganku dan mengenal satu sama lain. Aku merasa, aku yang terlihat sangat menginginkan kedekatan ini sedangkan dia tidak.
Berbulan2 kami berteman di line, tidak satu pesan pun yang berisikan dari dia, maksudnya, dia tidak pernah memulai mengirimiku pesan, selalu saja aku yang harus memulainya. Ya sebenarnya tidak masalah, selama dia tetap membalas pesan2ku, tetapi aku merasa aneh dan sedikit bosan dengan keadaan seperti itu.
Karena aku merasa keberadaanku tidak di inginkan, aku pun memutuskan untuk uninstall line ku, alasannya? Aku mendownload line cuma untuk dia, untuk chattingan dengannya, tetapi dia yang kuharapkan tidak pernah memulai percakapan denganku. So, aku memutuskan untuk tidak menggunakan line agar aku tidak lagi mengharapkan apa yang tidak pasti.

Akupun mulai mengurangi imajinasiku untuk memilikinya, karena memang tidak ada kemungkinan untukku mengenalnya lebih jauh, dia terlalu angkuh menurutku, atau akulah yang terlalu berharap.
Kini saatnya aku harus move on.
Lucu, ketika aku harus melupakan seseorang yang bahkan belum pernah kumiliki.
Tetapi aku tetap harus pergi dari rasa itu, aku harus merelakan hatiku untuk merasakan pedihnya mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah menaruh rasa kepadaku.
Aku yang salah, aku yang terlalu teledor.
Berakhir dengan lost contact, aku tidak pernah menghubunginya lagi, begitupun dia yang tidak pernah menghubungiku juga. Tetapi dia masih menjadi viewer story ku.
Semua seakan gantung, gak jelas, tapi itulah yang terjadi.
Dan dibarengi juga dengan aku yang berhenti kuliah karena beberapa faktor yang tidak bisa kuceritakan, karena ada beberapa kisah yang cukup aku dan Tuhanku saja yang tau. Right? Tapi tentu saja bukan karena dia, aku tidak sebodoh itu meninggalkan kuliahku hanya karena cinta.

Setelah aku sudah tidak mengharapkan SM lagi, ada beberapa teman kuliah ku yang mencoba untuk mendekati ku, tetapi tidak enak rasanya jika harus menjalin hubungan spesial dengan orang yang sudah lama kuanggap sebagai teman.
Bukan karena tidak bisa, hanya saja aku yang tidak ingin, karena sudah nyaman menjadi teman.

Sejak kejadian2 itu, aku memutuskan untuk HIJRAH, aku yang tadinya tidak konsisten memakai hijab, perlahan pun berubah menjadi rutin memakainya.
Ada beberapa faktor, salah satunya karena aku merasa sudah sangat jauh Dari Allah SWT, terlalu mencintai dunia, dan terlalu menaruh hati pada manusia, maka Allah SWT timpakan kepadaku rasa pedihnya berharap pada manusia.
Mungkin Allah SWT mengujiku dengan cara itu, membuatku kecewa. Karena kebanyakan manusia akan kembali memohon kepada Rabb Nya hanya saat mereka terkena musibah dan saat merasa kecewa.
Sejak saat itu, Alhamdulillah aku menjadi rutin mengikuti Majelis Ta'lim, ikut kegiatan bakti sosial, hadir di Acara2 yang berbau agama.
Ya, aku seperti mendapatkan hidayah dari kejadian2 yang ku alami sebelumnya.
Dan aku merasa menjadi jauh lebih baik setelah aku hijrah, perlahan semuanya terasa begitu indah, aku selalu merasa cukup, padahal sebelumnya aku termasuk manusia yang kurang bersyukur dan selalu menginginkan lebih dari kapasitas diriku sendiri.
Tetapi tidak saat aku sudah melibatkan Allah SWT di dalam kehidupanku.
Saat aku memulai Hijrahku, aku sangat menyadari bahwa persentase ilmu agamaku sangat rendah, aku sangat haus ilmu.
Ku mulai dari menutupi aurat, memperbaiki sholat, bertutur kata yang lembut, mencoba untuk menahan nafsu duniawi, dan mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat seperti nongkrong sampai larut malam seperti saat kuliah dulu.
Aku memang tidak berubah secepat itu, kadangkala kudapati diriku masih ingkar dari janji2ku, tetapi bagiku semua memang membutuhkan waktu, lebih baik merangkak menuju kebaikan tetapi pasti sampai pada tujuan daripada berlari tetapi berhenti dipertengahan jalan.
Aku juga mulai mengurangi candu terhadap sosial media terutama Instagram, banyak waktuku yang telah kusia2kan untuk mantengin ig yang hanya berisikan foto2 orang yang berusaha terlihat bahagia.
Saat itu , aku hampir setiap hari menghabiskan waktuku di majelis ta'lim yang diadakan oleh pemuda hijrah, aku menikmati sekali. Aku menemukan diriku yang baru, yang tenang, damai serta juga aku seperti mempunyai keluarga baru, karena ukhti2 yang datang ke majelis ta'lim tsb siap merangkulku yang sedang mencoba untuk kembali ke Jalan Nya. Alhamdulillah

Hingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk menyerahkan semua masalahku kepada Allah SWT, termasuk urusan jodoh.
Kuyakin, Allah SWT sudah mempersiapkan jodoh terbaik untukku kelak.
Dan aku berjanji pada diriku untuk tidak membuka jalan dan kesempatan untuk lelaki yang datang dan hanya ingin berpacaran denganku tanpa ada niat menikahi.
"AKU TIDAK AKAN PACARAN LAGI. AKU INGIN MENUTUP HATI DAN HANYA AKAN MEMBUKANYA KETIKA ADA SEORANG PRIA YANG INGIN MENIKAHIKU", kurang lebih seperti itulah janjiku pada diriku sendiri. Sanggupkah aku mematuhinya? Mari terus simak part selanjutnya.

Tidak kudapati diriku merasa gundah gulana lagi seperti dulu, aku bahkan lupa bahwa aku Jomblo, aku tidak merasa kesepian, aku punya keluarga dan sahabat yang menyayangiku, aku tidak punya alasan untuk merasa sepi.
Tetapi jikalau rasa sepi itu datang, aku tidaklah melakukan hal2 bodoh seperti mendengarkan musik galau yang akan menambah tingkat kegalauanku, justru aku akan menghadap Nya, bersujud kepada Nya dan mencurahkan semua keluh kesahku kepada Nya, dan memohon agar Allah SWT senantiasa menjaga hatiku dari orang2 yang tidak bertanggung jawab.
Jiwaku pun semakin hari semakin tegar, Hijrahku telah membawaku ke situasi yang sangat baik, aku menyesal kenapa aku tidak melibatkan Nya diperjalanan hidup dan kisah cintaku sejak dulu, agar aku tidak perlu bersusah payah merasakan sakitnya patah hati. Tetapi semuanya telah terjadi, disesali pun tak berarti. Ini sudah menjadi takdir sekaligus jalanku menuju pintu Hijrah.
Yang harus kulakukan adalah terus menjalani hidupku yang baru, dan menjadikan masalalu sebagai pelajaran agar tidak jatuh kelubang yang sama..

Selain Hijrah menjadi lebih baik, akupun memutuskan untuk Hijrah Negara juga, Aku pindah ke Malaysia..

Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part V

Part I