Part IV

1 Januari 2019..
Saat itu aku sudah berada di Medan , aku sudah bertemu kedua orang tuaku, sudah bertemu dengan adik2ku, sudah bertemu dengan seluruh keluargaku yang sangat merindukanku, pun sebaliknya, aku juga merindukan mereka dengan teramat sangat...
Welcome Back Tyara ...
Selamat datang kembali ke Medan, disinilah tempatku. Disinilah aku akan memperbaiki hidupku yang sempat kacau di perantauan akan dikarenakan perasaanku, aku hampir sempat hilang selera untuk menjalankan hidup, aku hampir saja mengakhiri kebahagiaanku hanya karena kesedihan semata. Padahal perjalananku masih sangat lah panjang.
Kusadari semua itu, saat aku mulai bisa berfikir jernih kembali.
Aku bahkan merasakan sesak di dada ketika kudapati patahnya hatiku untuk yang kesekian kalinya.
Terlalu berlebihan mungkin, tetapi itulah yang kualami saat aku jatuh dan tak tau cara bangkit.
Hingga pada akhirnya, aku bersimpuh sujud kembali kepada Tuhanku dan aku merasakan pertolongan yang sangat dahsyat, seketika hidupku kembali seperti dahulu. Aku terselamatkan dari lumpur hidup yang berusaha menenggelamkanku.
Aku terselamatkan dari kekacauan hati yang memengaruhi indahnya hidupku..
Sekarang Aku hanya berusaha bersyukur dan ikhlas menjalaninya, maka kebahagiaan akan berpihak kepadaku..
Setidaknya itulah caraku untuk menyembuhkan hatiku yang akan kurawat seorang diri, di sini, di Medan..

Haaaaaa, Horeeeeee.......
Hari itu, entah apa yang membuatku senang dan ingin senyum seharian..
Mungkin karena perlahan hatiku diam2 telah melupakan akan pedihnya kejadian2 yang pernah terjadi beberapa saat lalu.
Atau bahkan mungkin aku sudah menemukan pengganti? Hahaha tidak !
Tidak secepat itu.
Aku memilih untuk menyendiri sejak kejadian2 patah hati itu , aku lebih sering mengunci diri sendiri dikamar seharian penuh.
Aku bahkan tak menemui sahabat2ku yang sudah menanti pertemuan denganku.
Karena aku belum siap untuk berbagi kisah , walaupun hatiku sudah sembuh perlahan2 , tetapi masih ada goresan2 kecil yang harus kututupi dulu sebelum aku memulai menjalani diriku seperti dahulu, yaitu Tyara Bellia yang dikenal sebagai the Queen of Receh jokes dan selalu menertawakan segalanya , walaupun sedang tidak lucu sekalipun. Pernah juga beberapa sahabat mencetuskan "ngumpul tanpa Tyara? Ya gak rame".
Ya, setidaknya itulah yang terjadi 2 tahun yang lalu, sebelum aku terlalu sering terjatuh di drama cinta yang berujung patah hati.
Aku benci situasi itu! Situasi yang mengubahku dari si ceria menjadi si pemurung.
Aku benci mengenal cinta, yang tidak membawaku pada pintu kebahagiaan.
Aku benci proses mencintai tanpa dicintai.
Aku benci mencintai seseorang dan melupakan bahwa aku tidak pernah mencintai diriku sedemikian rupa.
Dan yang paling aku benci dari semuanya, saat aku sudah berhasil mendapatkan hatiku kembali, Dia, mantanku, pria yang telah mematahkan hatiku tanpa rasa bersalah, mencoba menghubungiku kembali.
Dengan berjuta kata maaf nya , dia berusaha untuk menerobos hatiku yang masih rapuh dan rentan untuk patah lagi.
Aku bingung, aku bingung saat itu..
Aku tak punya kendali, satu2nya yang bisa ku andalkan adalah jurus doa yang kupanjatkan kepada Rabb ku yang senantiasa akan memberikanku kecerahan dan kebenaran untuk memutuskan suatu perkara..
Dia menghubungiku, entah apa maksudnya.
Saat membaca pesannya, aku yang sedang bahagia saat itu, tiba2 kembali merasakan sakitnya dahulu ketika aku mengetahui bahwa aku hanyalah pelampiasan kesepiannya. Diakhiri dengan kalimat yang dikirimkannya padaku "kita temenan aja ya", pun sampai saat ini masih teringat jelas, kujadikan itu sebagai bukti dan tanda kuatku bahwa aku bisa hidup tanpa lelaki sepertinya, yang tidak menghargai perasaan wanita sepertiku, yang datang hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja, tanpa dia tahu, aku lah yang tertatih diakibatkan oleh perlakuannya..
Egois !
Engkaulah lelaki egois !
Aku tidak ingin membagi perasaanku yang tulus ini lagi padamu. Tidak akan !
Aku bahkan tidak perduli, berapa banyak kata maaf yang kau kirimkan dan ucapkan padaku saat itu.
Bukan aku ingin membencimu. Tidak, tidak sama sekali.
Aku sudah ikhlas menjalani sakit hati yang telah kau tinggalkan untukku sebagai tanda perkenalan kita.
Aku juga sudah ikhlas menerima bahwa kau lebih memihak pada wanita yang kau pilih itu.
Aku sudah ikhlas ..
Bahkan aku juga sudah ikhlas jika aku tidak akan ada di hati mu lagi, karena aku akan melakukan hal yang sama.
Kau tidak ada di hatiku lagi !
Kini hatiku telah kosong. Tidak ada siapapun yang memilikinya.
Hanya ada Rabbku, Keluargaku dan Sahabat2ku.
Tidak untuk lelaki, apalagi lelaki sepertimu.
Mungkin jikalaupun akan ada yang mengisi kekosongan hatiku lagi, aku butuh teliti dan istikharah agar aku tidak mengalami kecewanya ditinggalkan saat aku sudah mulai menyayangi.

Pesanmu kuabaikan, panggilan telponmu ku abaikan, maafmu pun tak pernah ku tanggapi. Bukan karena aku menyimpan rasa dendam padamu. Tetapi aku hanya tidak ingin kau mengira bahwa aku "tidak apa-apa" setelah kepahitan yang kau berikan padaku.
Sebenarnya, tentang maaf, aku sudah memaafkanmu sedari awal kau berkhianat.
Biarkanlah hanya aku dan Rabb ku yang tau keikhlasan tentang memaafkan.

Bersujud adalah caraku untuk menghilangkan kegelisahan hati.
Bersujud adalah caraku untuk memberi ketenangan.
Jika tidak percaya, coba saja.
Kau akan merasakan hidupmu kembali lagi setelah kau bersimpuh sujud kepada Rabbmu.
Kau tidak perlu bercerita panjang lebar seperti sedang curhat ke manusia, kau hanya butuh bersujud, memohon, dan membatin kepada Tuhan, itu sudah cukup membuat hati lega.
Karena Tuhan sudah mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
Oh Tuhan, betapa beruntungnya aku masih bisa kembali ke Jalanmu setelah sekian lama tersesat.
Aku tidak tahu akan bagaimana kelanjutan hidupku jika aku tidak kembali kepadamu dan tetap mempertahankan godaan syaithan yang sengaja membawaku kepintu kehancuran.

Saat itu, aku antusias sekali untuk memperdalam ilmu agama ku. Ntah kenapa, tapi aku ingin sekali menjadi Muslimah yang utuh.
Maksudnya begini, aku ingin memperbaiki sholatku, aku ingin kembali berhijrah, aku ingin merubah kebiasaanku, aku ingin benar2 fokus pada akhiratku.
Cukup sudah aku berlarut2 memikirkan dunia yang tak pernah ada habisnya ini.
Sekarang saatnya aku akan mengejar akhiratku, dimana aku akan abadi selamanya disana.
Aku akan mencari surga ku sekarang, tapi apakah aku akan mencarinya seorang diri?
Bukankah mengejar surga dengan pasangan halal lebih mudah?
Saling mengingatkan tentang kebaikan, saling memberi semangat saat salah satunya mulai lelah, saling menguatkan dll.
Dari sinilah aku mulai fokus memperbaiki diri karena aku sangat ingin "MENIKAH" saat itu.
Yap, aku ingin Menikah, bukan pacaran.
Entah apa yang menguatkanku, tetapi aku sangat yakin bahwa aku sudah siap Menikah setelah aku rutin ikut kajian dan memperdalam ilmu agama.
Karena kalimat "Menikahlah, agar mencapai surga lebih mudah", ini juga menjadi motivasi ku.
Ya, walaupun saat ini menikah masih menjadi salah satu bahan obrolan yang sering kubahas dengan Rabbku.
Belum ada jawaban berbulan2 sejak aku memanjatkan doa itu.
Tidak apa2, Allah Swt lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
Tetap perbaiki diri dan terus berikhtiar agar ketika ada yang datang untuk menghalalkanku, aku sudah siap.
Rutinitasku selama di Medan, kupenuhi dengan datang ke Majelis Ta'lim di berbagai Mesjid , tapi aku lebih sering hadir di Mesjid Al-Jihad yang terletak di Medan Baru, cukup jauh jarak yang kutempuh untuk pergi kesana. Tapi aku punya energi yang menggebu2 untuk hadir disetiap kajian rutin yang diadakan panitia Sahabat Hijrah di Mesjid Al-Jihad.
Tidak hanya itu, aku juga sering Singgah ke Gramedia untuk sekedar membaca buku2 disana, tanpa membelinya haha
Sesekali ku traktir diriku untuk membeli beberapa buku , sebagai tanda apresiasi, entah apresiasi apa itu, aku hanya ingin membahagiakan diriku dengan buku2 itu.
Ya, aku sangat gemar membaca. Tidak ada buku yang spesifik, semua akan kubaca.
Selain suka membaca, aku juga suka memasak.
Seringkali waktu luangku, ku gunakan untuk memasak, aku juga punya Brand sendiri untuk bisnis online ku , ya kecil2an lah.
Namanya "Halal Cakes".
Bahkan Rumah Sakit Tentara Putri Hijau di Medan juga pernah order di Dapur ku, panitia pengajian Ustadz Abdul Somad juga pernah hehe Alhamdulillah, semua berkat doa orang2 yang menyayangiku.
Tapi sejak kutinggalkan ke Malaysia 1 tahun kemarin, Bisnis online ku agak terlantar, sepulangnya aku ke Indonesia pun aku belum sempat untuk mempromosikannya lagi, hanya orang2 terdekatlah yang tahu bahwa Halal Cakes kembali lagi , ya Alhamdulillah meski tidak sebooming dulu, tapi orderan untuk pengajian selalu ada.
Jangan pernah takut, Rejeki dan Jodoh tidak akan tertukar, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz..
Ya begitulah aku saat itu, menyibukkan diri datang ke kajian rutin, baca buku di Gramedia, Masak, tanpa kusadari aku telah sembuh.
Sembuh dari bayang bayang masalalu..

Oh iya, Aku juga sempat meyakini diriku untuk memakai Niqab/Cadar. Dulu , pertama kali hijrah 2 tahun yang lalu, aku juga sesekali memakainya untuk datang ke kajian rutin, Kebetulan sahabatku juga sedang belajar memakai cadar, nah aku ikut2an saat itu, menurutku ikut2an terbaik adalah ikut2an untuk menjadi pribadi yang taat pada perintah Allah swt. Seperti ini contohnya, ikut2an pakai cadar hehe
Alhamdulillah aku nyaman memakai cadar, dengan nuansa serba hitam, aku luwes berjalan di tempat umum, aku tidak perduli dikatakan "extreme" atau "fanatik", yang kupikirkan saat itu hanyalah ingin berubah dan menuju Surga Allah Swt.
Semua foto jahiliyah ku yang kuposting beberapa tahun lalu pun ludes kuhapus dari semua sosial media ku, aku hanya menyisakan foto yang memakai Hijab karena aku tidak mau foto2ku menjadi dosa jariyah untukku. Tetapi aku belum istiqomah dalam memakai  cadar, aku butuh waktu untuk benar2 siap memakainya, tapi aku pernah berjanji pada diriku "Aku akan memakainya nanti setelah menikah. Atas Izin dan Ridho Suamiku, In Syaa Allah aku siap".
Aku juga sudah menguninstall instagram sejak lama, facebook , path, line, twitter, snapchat juga.
Aku tidak memakai semua aplikasi itu lagi, sesekali aku mendownloadnya hanya untuk beberapa kepentingan.
Aku hanya menggunakan Whatsapp untuk tetap komunikasi dengan Keluarga dan Sahabat2ku.
Aku cuma ingin tenang untuk sementara waktu semasa aku masih dalam mengkaji ilmu agama.
Aku rutin menonton ceramah di Youtube, seperti ceramah Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Syafiq Riza Basalamah, dan Ustadz Adi Hidayat. List Youtube ku dipenuhi oleh ceramah2 mereka. Aku beneran Antusias sekali untuk Hijrah saat itu.

Ada 1 rahasia yang belum pernah kuceritakan pada siapapun, dan untuk pertama kalinya akan ku tuliskan di Blog ini..
Ini terjadi setelah Hijrahku berjalan.
Ada pria yang ingin mengkhitbahku .
Ya, sama seperti kalian, aku pun terkejut.
Ada yang mengajakku menikah saat itu, kita beri dia Inisial "M" saja ya.
Pria itu temanku, dia ikut Hijrah begitu dia tau aku sedang proses memperbaiki diri dan Hijrah juga.
Dia mengajakku untuk ber Ta'aruf, lalu mengkhitbahku sebelum dia menghalalkan hubungan.
Aku yang saat itu ingin sekali menikah pun sempat berfikir "Apakah ini jawaban dari doa ku?".
Tentu saja belum menjawab "Ya" kepadanya, dan belum menjawab "tidak" juga padanya.
Aku hanya mengatakan bahwa aku butuh waktu dan bukti jika dia ingin menikah denganku untuk Ibadah, bukan hanya mengikuti nafsu dan godaan syaithan.

Dia selalu menanyakan jadwal kajian rutin mana saja yang akan kuhadiri setiap harinya, ku kira dia akan ikut hadir untuk mengais ilmu Agama bersama2. Tetapi dugaan ku salah, alasan nya meminta jadwalku hanyalah semata2 untuk bertemu denganku. Itu pengakuan dari dirinya sendiri.
Astagfirullah..
Kuambil keputusan untuk tidak berkomunikasi lagi dengannya. Sedari awalpun aku sudah tidak yakin ini berhasil. Karena aku tahu betul bagaimana sifat temanku itu, tapi aku tidak mau mendahului Allah Swt, maka dari itu aku beri dia kesempatan tapi dia tidak berhasil meyakinkanku. Maaf ..

Semakin kuat ku menjalani hidupku, karena aku yakin, kebahagiaanku telah menanti diujung jalan.
Jika aku berbalik arah, maka aku akan terganti.
Aku tidak akan melakukan itu, aku akan mencari kebahagiaanku yang nyata dan halal.
Saat itu sudah bulan Februari, Alhamdulillah aku akan bertemu lagi dengan Aprilku sebentar lagi, bulan kelahiranku, aku akan berada di umur 23 tahun sebentar lagi.
Dimana umur 23 itu sudah dewasa pada umumnya, semoga aku bisa menjadi salah satu yang dewasa itu.

Hmmm...
Saat mengingat umur yang akan memasuki 23 tahun, tiba2 rasa ingin menikah itu pun bangkit lagi, kali ini meningkat beberapa persen dari sebelumnya.
Tak bosan2nya ku cetuskan "Aku ingin Menikah" pada sahabat2ku, berharap mereka ikut serta mendoakan dan meng Aamiinkan semua ucapanku..
Aku yang saat itu masih sendiri dan belum punya calon hanya bisa terus memohon agar doaku di Ijabah oleh Allah Swt.
Dan dengan Mudahnya Allah Swt mengkabulkan doa ku dengan cara yang tak disangka2.
Bukan pernikahan, bukan. Hehe
Kalau itu, aku sudah sangat menanti hal itu menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini. Dan masih menjadi Rahasia Allah Swt kapan akan terlaksana.
Tapi Allah Swt, menunjukkan sifat Maha Kuasanya dengan cara mengirimkan Sosok Pria Misterius yang masuk kedalam kehidupanku dengan cara yang tak pernah kuduga sebelumnya.
Engkau Maha Kuasa Ya Rabb..

Kita mulai ceritanya, aku sangat berharap tulisan Blog ku ini berakhir dengan Happy ending..
Karena di Part IV ini, apa yang kutuliskan adalah yang sedang terjadi saat ini, sedang kujalani...
Pada awalnya aku tidak berharap banyak pada aplikasi dating online yang ku download minggu lalu, ya, aku memang sudah tidak aktif instagram, path, line, dan beberapa sosial media lainnya.
Tapi ketika aku searching2, ada rekomendasi aplikasi yang muncul di notif handphoneku, berdasarkan testimoni yang kubaca sih aplikasinya cukup bagus dan banyak yang berhasil menikah. Pasti pada mikir aku alay ya? Cari Jodoh kok di sosial media? Gitu?
Ya ini adalah bagian dari ikhtiarku, aku meminta pada Allah Swt dipertemukan dengan jodohku, tapi bukan berarti aku berdiam diri tanpa berusaha kan?
Aku sedang tidak ingin menggeluti dunia nyata, berkenalan di dunia nyata dan ujung2nya tersakiti dengan nyata juga hehe
Awalnya juga gak terlalu berharap banyak dengan aplikasi itu, hanya mencoba.. tidak ada salah nya kan?
Aku tidak akan menyebutkan aplikasi apa yang ku download itu, karena aku tidak sedang mempromosikan hehe
Oke lanjut..
Setelah aku mendownload aplikasi itu, aku langsung registrasi , mengisi biodataku dan mengupload 3 foto untuk memberitahu bahwa itu real account.
Aplikasi tersebut juga mempunyai fitur verifikasi wajah, jadi jika akun fake dan memakai foto orang lain, bisa langsung ketahuan.
Setelah selesai ku verifikasi wajahku, dengan cara selfie dan mengirimkannya ke admin, lalu muncul lah notifikasi bahwa akun ku sudah bisa di gunakan.
Karena itu pertama kali aku menggunakannya, tentu saja aku masih kaku.
Aku bahkan tidak mengerti bagaimana cara mencari teman dan melihat profile teman. Kupelajari perlahan tapi pasti ..
Saat itu, ada beberapa notifikasi masuk mengatakan "3 orang menyukai anda" , dan " sule (nama samaran) mengirim pesan".
Kubaca, huh , hanya pesan2 tidak penting.
Oppss, sebenarnya siapa yang salah? Kenapa aku badmood di awal sedangkan aku belum benar2 tahu bagaimana cara mengoperasikan aplikasi tersebut. Mungkin memang seperti itu caranya, saling berkirim pesan dan berkenalan singkat? Hmm mari kita sama2 lihat apa kelajutannya.
Kulihat ada banyak foto2 orang juga disana, ku tekan salah satu profile dan aku terkejut..
Kenapa seperti video call? Dan kudengar seseorang berkata "hai tyara, selamat bergabung".  Aku benar2 tidak tahu ternyata itu fitur live streaming hahahha dasar , malangnya diriku..
Langsung saja aku out dari live streming orang yang tak ku kenal itu, dan melihat conversation ku yang sudah ada "5 pesan belum terbaca". Isinya sama saja, dan akupun sudah mulai paham cara kerja aplikasinya.
Ada beberapa pesan yang ku balas , tetapi lebih banyak yang tidak kubalas. Bukan karena apa2, tidak ada alasan untuk itu..
Banyak sekali profile yang menarik dan tingkat kecocokannya dengan profile ku bisa mencapai 98%, tetapi belum tentu ketika chattingan juga cocok.
2 minggu sudah aku menggunakan aplikasi itu, dari sekian banyak perkenalan , tidak ada satupun yang menurutku pas di hati, entah aku yang memang tak serius atau memang mereka semua yang mengirimiku pesan hanya mencoba untuk having fun? Kucoba untuk santai menjalaninya dan mengingat kembali bahwa niat awal hanya coba2 saja..
Dan setelah 2 minggu itu, aku berniat untuk menguninstall aplikasi tersebut, aku pesimis, kurasa aku tidak cocok dengan cara online seperti itu, walaupun tidak kupungkiri banyak yang telah berhasil menemukan jodohnya di dunia maya, sahabatku contohnya, dia menikah dengan lelaki yang berada jauh di belahan bumi sana .
Sahabatku yang tinggal di Medan, menikah dengan pria yang berada di New York, Amerika Serikat.
Berkenalan di aplikasi dating online, si cowo datang menemui sahabatku, lalu pertemuan kedua si cowo memboyong keluarganya untuk datang kedua kalinya menemui sahabatku dan membahas pernikahan, lalu berakhir dengan berangkatnya sahabatku ke New York dan menikah di sana. Dan mereka bahagia, In syaa Allah.
Ya, nasib setiap orang berbeda2 ya, ada yang berhasil, dan ada juga yang tidak, tapi yakinlah, setiap orang punya bahagianya masing2, sekarang tinggal bagaimana kita menjemput kebahagiaan itu.

Saat ingin menguninstall aplikasi tersebut, entah kenapa aku ingin mengecheck ulang isi chat ku, karena ada beberapa yang masih belum sempat terbaca.
Dan saat itu, saat aku sedang online di aplikasi tersebut , ada notifikasi seseorang mengirimiku pesan "Assalamualaikum", biasanya aku jarang membalas jika pesannya "Hi" atau kalimat2 say hello lainnya, tetapi kali itu aku membalasnya, aku tau kalimat "Assalamualaikum" itu istimewa, berpahala jika di jawab.
Dan itu adalah "Assalamualaikum" terhebat yang pernah ku jawab ..
Dengan membalasnya "Waalaikumsalam" , chat itu pun berlanjut hingga saat ini.

Dia : Hallo Assalamualaikum..

Me : Waalaikumsalam..

Dia : Apa kabar Tyara?

Me : Alhamdulillah baik, kamu?

Dia : Alhamdulillah baik juga, Tyara ada ig gak? Jarang bukan aplikasi ini soalnya.. follow ig saya ya ********

Me : Iya ada *******

Itulah chat singkat aku dengan dia.
Eh tapi tunggu dulu, tidak berakhir sampai disitu saja.
Aku tidak tahu kapan tepatnya dia memfollow akun instagramku, karena pada saat itu aku tidak punya aplikasi instagram, aku sudah vakum dari berbagai sosial media.
Pasti kalian aneh mendengarnya kan? Aku tidak punya aplikasinya tetapi aku tetap memberikan id instagramku padanya? Tentu saja kuberikan, dia hanya menanyakan apa nama instagramku tanpa bertanya apakah aku aktif di instagram?
Tidak banyak rasa penasaranku padanya, aku sempat check profile nya di aplikasi dating online itu, kubaca bio nya yang singkat, ku lihat darimanakah dia berasal, dan ku lihat fotonya yang cuma ada 2 , foto lelaki sedang melihat kearah bawah (mungkin candid) yang di gunakannya sebagai profile picture, dan 1 lagi hanya foto pemandangan langit saat senja berwarna orange.
Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana sosoknya saat itu, karena dia tidak memposting foto wajah yang jelas. Oke, itu bukan masalah bagiku. Toh mungkin dia cuma iseng menyapaku, sama seperti yang lainnya , begitulah aku menyimpulkannya pada saat itu.

Entah angin darimana yang datang mempengaruhiku untuk mendownload instagram, tiba2 saja aku ingin login dan memainkan instagramku yang sudah lama tidak kuaktifkan. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pria itu, sebenarnya sudah lama aku ingin memainkannya lagi, tetapi ku urungkan karena aku tidak mau terlena didalam dunia maya yang dapat mengacaukan proses hijrahku. Dulu, semasa aku masih aktif di sosial media, Aku sering menunda2 sholat sangkin asyiknya stalking akun2 tidak berfaedah di instagram, facebook dll.
Dan aku tidak mau itu terjadi lagi, aku ingin kali ini tuntas untuk memperdalam ilmu agamaku.
Tetapi hari itu, aku beneran ingin mendownload instagram hanya untuk melihat bagaimana kondisinya setelah kutinggal sekian lama. Dan aku berjanji pada diriku sendiri akan menguninstallnya dalam jangka waktu 1 minggu, kukira itu cukup untuk bernostalgia bersama followersku.
Hari itu juga, ku download instagram dan aku menguninstall aplikasi dating online, aku tidak mau aktif di banyak akun, jika aku aktif di instagram, maka aku harus meng nonaktifkan akun di aplikasi lain, lagian memori handphoneku tidak cukup untuk mendownload instagram jika tidak kuhapus aplikasi dating online tersebut (maklumlah, hp jadul) hehe..
Setelah berhasil menghapus aplikasi dating online dan berganti dengan aplikasi instagram, kini saatnya aku login ke akun pribadi ku.
Kutulis nama pengguna dan kumasukkan password nya, Alhamdulillah berhasil. Ternyata aku masih ingat setelah sekian lama tidak login.
Yang pertama kali ku lihat adalah notifikasi,  ada sangat banyak notifikasi menyukai foto dan notifikasi beberapa orang mengikutiku di akun ku itu. Ke check dengan teliti siapa saja yang mengikutiku , tak ada yang ku kenal namanya , maka tidak akan ku followback.
Beralih aku ke timeline instagramku, kulihat sangat banyak postingan terbaru dari teman2ku setiap menitnya, ku lihat sekilas lalu ku scrolldown, tidak ada yang ku like, justru ku senyapkan notif nya agar mereka tidak muncul lagi di timeline ku, pun sama dengan story nya, ku senyapkan agar tidak muncul di instagramku. Tidak semua orang kusenyapkan, hanya beberapa yang menurutku tidak ada manfaatnya juga jika kulihat hehe
Kenapa aku melakukannya? Tidak ada alasan spesifik, aku cuma tidak perlu melihat apa yang seharusnya tidak kulihat, aku sedang berusaha untuk menjaga pandangan agar tidak terjadi hal2 yang tidak di inginkan. Lagipula, mereka hanya kusenyapkan notifikasinya, bukan ku unfollow ataupun ku blok. Aku tidak sejahat itu dan tidak ada alasan untuk melakukannya. Followersku adalah temanku walaupun tidak saling bertemu sapa..
Sudah selesai ku lihat timeline yang tak pernah ada habisnya, lalu kumelihat ada angka 3 berwarna merah di pojok kanan atas, yang berarti itu ada 3 Direct Message (DM) yang masuk ke instagramku menunggu untuk kubuka dan kubaca. Langsung saja ku klik, kulihat ada 2 pesan dari temanku yang menanyakan kabarku, dan 1 pesan lagi dari seseorang yang tak kukenal namanya.
2 pesan dari temanku itu tidak kubalas, karena ternyata itu pesan dari 2 bulan yang lalu, lucu rasanya jika kubalas. Kubiarkan saja, toh mereka sudah menanyakan kabarku di Whatsapp setelah tidak mendapatkan balasan di DM instagram hehe.
Dan apa yang kulakukan dengan 1 pesan dari orang yang tak ku kenal itu? Sebelumnya aku sudah melihat namanya di list yang ngefollow aku ketika pertama kali ku buka instagramku, tak kusangka ia mengirimku DM juga. Siapa dia?

15 maret, 8.19 PM

Dia : Hallo tyara , ini aku ***** yang di dating online (sebut merk)
Me : Oh iya Hi, aku kirain tadi siapa.
Dia : Salam kenal

Btw, aku beneran ga tau ternyata pria ini adalah pria yang di dating online, karena namanya beda. Mungkin pake nama samaran ya hehe
Chatnya pun tak kubalas lagi. Akun instagramnya di private olehnya, sehingga aku tidak bisa melihat postingannya. Dan aku belum niat untuk memfollownya, karena kurasa aku tidak akan lama berada di instagram. So, untuk apa? Setidaknya itulah yang kupikirkan saat itu.
Tetapi ternyata dugaanku benar, sudah seminggu lebih aku menggunakan instagram, seharusnya aku menepati janjiku untuk menguninstallnya, tapi kubertahan, entah apa yang membuatku ingin terus memainkan instagram walaupun tak ada satupun foto yang ku posting, ku like, ku komen dll. Aku hanya buka tutup instagram untuk hal yang tidak jelas.
Hingga pada akhirnya, DM ku memberikan notifikasi dari pria itu lagi

1 April, 3.07 PM

Dia : Assalamualaikum

Me : Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Dia : Kemarin kita kenalan di dating online. Salam kenal ya . (Dia hanya memastikan bahwa kami sudah berkenalan)

Dan dia lanjut komen foto masakanku dan berkata :
Dia : bisa nih bagi2 resep 😁

Me : Iya udh tau kok. **** (nama) yg di dating online kan? Oh resep? Boleh atuh haha. Dengan senang hati.

Dia : iya benar hehe.. iya saya juga suka masak😁
Tyara kesibukannya apa aja sekarang?

Me : Ohya? Masak apa aja? Lagi gak ada kesibukan.

Dia : masak biasa biasa aja  campur aduk wkwkwk. tau masak campur aduk?
masak ide sendiri coba2 nyampurin bumbu😂

Me : Campur aduk gimana? Ngasal2? Eksperimen?

Dia : iya ngasal2, eksperimen sendiri, aneh2 rasanya.
pernah nyoba bumbu indomie goreng di goreng pakai nasi kirain bakal seperti nasi goreng taunya rasanya aneh banget  .. jangan di coba dah😂😂

Me : Yaampun eksperimennya jangan kelewat ekstreme gitu juga kali haha
Kan sayang jadi mubazir ga kemakan.

Dia : iya habis kirain enak😁

Ke esokannya..
2 April, 8.07 AM

Dia : Assalamualaikum

Me : Waalaikumsalam

Dia : lagi apa?

Me : lagi baca buku nih..

Dia : buku apa?
..................

Chat pun terus berlanjut seperti air yang mengalir deras, banyak tanya jawab antara aku dan dia.
Ya seperti orang kenalan pada umumnya, kami pun seperti itu, saling menanyakan kegiatan satu sama lain untuk saling mengenal.
Kali ini akan Ku perkenalkan pada kalian, siapa pria tersebut.
Bismillah, Dia Adalah pria yang tadinya bukan siapa2 tapi pada akhirnya dia adalah alasan kenapa hatiku menuntunku untuk mendownload instagram. Aku percaya pada kalimat "Tidak ada yang kebetulan, semua sudah dalam rencana Allah Swt", termasuk kekeh nya diri ini untuk menggunakan instagram lagi setelah lama kutinggalkan , sebelumnya aku tak pernah goyah walaupun temanku menggodaku untuk kembali aktif di instagram, tetapi kali ini aku bersikeras untuk mendownloadnya, itu karena dia, walaupun pada awalnya aku tak pernah berfikir akan seperti ini jadinya..
Dia adalah Nazril Fahrezi, sosok pria yang mengucapkan "Assalamualaikum" sebelum ku uninstall aplikasi dating online, aku tidak pernah menyangka "Assalamualaikum" nya akan berpengaruh banyak dan memasuki kehidupanku sejauh ini.
Masya Allah...
Nazril adalah orang Sumbawa suku Arab yang berkerja sebagai Maintenance IT di Sumbawa, sebelumnya aku kira Sumbawa itu adalah Sumba, ternyata aku salah.
Sumbawa adalah pulau yang tercatat sebagai bagian wilayah Nusa Tenggara Barat atau NTB.
Sementara itu, Sumba termasuk golongan pulau besar yang secara administrasi terdata sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT.
Apakah ada yang sama sepertiku? Mengira Sumba dan Sumbawa itu sama? Pasti banyak haha

-Sumba identik dengan Bukit Wairinding, sedangkan Sumbawa lekat dengan Pulau Kenawa
-Sama-sama identik dengan kuda, tapi punya tradisi budaya berbeda
Sumbawa punya kuda liar yang bisa ditemukan di daratan pulau tersebut.
Sumbawa juga punya tradisi balapan kuda. Biasanya diadakan bersamaan dengan Festival Moyo yang berlangsung sekitar Agustus-September.
Sedangkan kuda Sumba sering disebut sebagai sandalwood pony. Kuda ini dikenal menjadi kuda pacu.

Aku terlihat antusias bukan? Hahaha sesungguhnya itu semua ada di google.
Nazril, pria 27 tahun yang saat itu masih menjadi sosok misterius yang hadir di detik2 bertambahnya usiaku.
Tetapi , saat itu kukatakan padanya bahwa aku tidak akan lama menggunakan instagram, dan obrolan pun terjadi lagi :

3 April, 9.13 PM

Dia : adek ga tidur ? udh malam

Me : Masih jam 9.40 bang, belum ngantuk sih ini hehe

Dia : alhamdulillah. berarti masih bisa chatan sama adek.

Me : Tp mau uninstall ig nih hahaha

Dia : kok uninstall? Jadi sedih😔 gimana kita chat nya kalau di uninstall?

Me : Iya aku tuh sebenernya udh lama vacum ig , belakangan ini download karena ada perlu (alasan) 
Kok sedih sih?

Dia : trus gimana caranya kita chat? Ya sedih, ga punya teman chat lagi ntar.

Me : Whatsapp?

Dia : Ga pakai Whatsapp, kantor pakai Telegram.

Me : Download lah haha

Dia : Mana nomer adek, ntar saya simpan. Kalo bisa jangan hapus ig napa dek ..

Me : Katanya ga ada wa? Kok minta nomer?

Dia : bisa sms atau telpon , atau siapa tau nnti tak install whatsapp. kapan mau uninstall ig nya?
kasi saya nomer telpon atau nomer whatsapp adek ya . biar bisa tetap komunikasi.

Me : loh niat kali ya haha..

Dia : iya dek..

Chat terakhirnya tidak kubalas lagi, keesokan harinya dia mengirimiku pesan lagi, aku bagaikan menarik ulur waktu untuk menguninstall ig ku, satu sisi aku penasaran kenapa dia sangat ingin komunikasi tetap berjalan? Satu sisi lagi, aku sudah melanggar janjiku kepada diriku sendiri untuk membatasi waktu menggunakan ig. Kudilema saat itu..
Hah, tapi apa salahnya mencoba? Toh aku tidak memposting apapun di ig, aku hanya akan menggunakan DM ig untuk sementara waktu, kita lihat saja kemana alur semua ini..
Seakan semuanya begitu cepat berlalu, tak kusangka dia menyatakan kalimat yang tak terbesit sedikit pun dibenakku.

7 April, 1.53 PM

Dia : dek kaka boleh ngomong sesuatu gak? tapi nanti aja pas adek ga sibuk.

Me : kok jadi kaka? Mau ngomong apa?

Dia : Grogi.. ntar pas adek ga sibuk aja abang ngomong nya.

Me : Gpp elah, nyatet doang. Itupun nyatetnya di whatsapp, sekalian sm customernya.. (catat orderan)

Dia : dek. sebenarnya abang tertarik sama adek dari awal.  abg cuma belum siap ngomong karena waktunya belum tepat jadi abang cuma pengen ngasih tau adek sekarang ... kalau abang tertarik dengan adek.

Me : Dari awal itu kapan ya bang?

Dia : dari pas becanda2 sama adek karna abg ngerasa asik dan adek orang nya funny ga sombong saat di ajak ngobrol.
dan yg buat abang kagum adek jago masak dan jago dalam berdagang.

Me : Engga jago sih, cuma hobby aja haha. Tp Alhamdulillah kalo ada yang kagum. Jd maluuuu haha

Dia : alhamdulillah hobi yg menghasilkan dek.. iya beneran kagum..

Me : Jd kalo boleh tau, kenapa abang nyari waktu yg tepat untuk bilangnya?

Dia : ya biar ga gagal dek . maunya bilang dari dulu cuma takut kecepetan, mau bilangnya agak lama takut kelamaan.
jadi abang beranikan diri ngomong sekarang.

Me : Oh jd skrg udh agak berani lah ya wkwk

Dia : hehe iya dek. berkat nghumpulin keberanian

Me : Well, intinya gimana ya?

Dia : ok. will you be my girl? 
so we can get to know each other.

Me : Caranya gimana? Ini kan kita cuma di social media. Atau semacam Ta'aruf?

Dia : insyaAllah nnti ada libur bisa main ke tempat adek. pendekatan aja dulu biar saling kenal satu sama lain..
kalau menrut abang adek nyaman saat di ajak ngobrol abang percaya adek orangnya sopan,baik hati,dan pinter masak.

Me : boleh kasih saran?

Dia : boleh dek.

Me : Sebenernya tya lebih senang kalo ada yg ngajakin ta'aruf.
Sedangkan ta'aruf kan harus ada pihak ketiga. Ya ribet sih, tapi lebih enak kayak gitu menurut tya.

Dia : iya itu dek .. makanya abang ngajakin adek dekat. jadi kayak semacam ada ikatan dan ga nyari yg lain lagi.
kalau adek mau.. kita kan sama2 kenal dari aplikasi online, adek tau sendiri itu tempat nyari pasangan.
cuma alhamdulillahnya abang dapat wanita baik seperti adek.
jadi abang ga mau lewatin kesempatan ini dek.

Me : Tp minimal 1 sepupu (sahabat) tya boleh tau ya bg, jadi kayak dia perantaranya gitu. Kalo abang setuju sih. Cuma, Dia ga di Indonesia sih, tapi setidaknya dia bisa jelasin tya ini gimana, jadi netral.

Dia : iya dek, sepupunya cewek atau cowok? Dimana sepupu adek?

Me : cewek, udah menikah dan stay di New York sekarang. Kalo abang setuju, tya mau kenalin abang ke dia.

Dia : iya dek abang mau ..

Me : oke

Dia : iya dek..  selanjutnya gimana dek?
...........

Lalu berlanjut dengan perkenalan diri masing2..

Dia : abang udh ga ada abi dan ummi. abi abang meninggal 6 tahun yang lalu , ummi abang 3 tahun lalu.
abang dari keluarga sederhana . abang kerja udh mulai di ajarin dari kecil . jadi emang ummi abang ngajarin abang untuk berusaha sendiri.
makanya sekarang kebiasaan kerja dan ga manja.
kalau adek keberatan dan ga setuju ga apa2 dek.
Ngomong aja, jangan takut ngomong ya. abang lebih suka kalau adek ngomong jujur aja sama abang.

Me : Maksudnya ga setuju bagian mana ya bang?

Dia : dengan keadaan abang saat ini dek. apa adek bisa nerima semuanya yg abang ceritain?

Me : keadaan yang mana? Kayaknya tya ga nemuin kejanggalan.

Dia : ya udah alhamdulillah dek😊

Hari itu, aku masih terngiang2 oleh pernyataannya.
Dia menyatakan ketertarikan padaku, dan In Syaa Allah siap ber Ta'aruf..
Aku bahkan belum tahu persis seperti apa rupa nya, tetapi hatiku sempat bergetar saat ia menyetujui untuk berkenalan dengan salah satu sepupuku sebagai pihak ketiga antara aku dan dia.
Itu adalah satu keputusan dan awal yang baik.
Saat itu juga aku langsung menghubungi sepupuku yang akan menjadi pihak ketiga kami, namanya Yulitha Arza. Sebenarnya, kami bukan sepupu kandung, dia adalah Sahabatku semasa kuliah dulu, sangkin dekatnya hubungan kami, sampai akhirnya aku telah menganggapnya saudariku, saudara perempuanku. Dan aku sayang pada dia, Yuli.
Nah, setelah kuhubungi dia dan kujelaskan padanya bahwa akan ada pria yang akan menghubunginya, dan akan memintainya untuk menjadi penengah kami. Walaupun saat itu aku dan Nazril belum resmi punya hubungan, doakan saja hehe...
Layaknya seperti wanita pada umumnya, kami pun telponan sampai 2 jam lebih, entah apa yang kami bahas, tidak pernah ada habisnya. Tapi tentu saja tidak semuanya tentang Nazril, belum, aku belum terlalu berani memikirkan dan membahasnya terlalu sering, karena kuyakin proses tidak akan mengkhianati hasil.

8 April, 5.41 AM

Dia : Pagi dek, udah bangun?

Me : Assalamualaikum. Maaf bang baru buka ig.

Dia : waalaikumsalam dek. ya ga apa2 dek..

8 April, 5.33 PM

Dia : malam dek, abang baru selesai kerja nih.
maaf tadi telat balas, adek lagi apa?

Me : Iya gpp , abang kan lagi sibuk kerja. Ini baru selesai beres2 rumah bang

Dia : masyaAllah rajin nya 😊😊 gimana orderan nya lancar hari ini?

Me : Hari ini ga ada orderan bang. Besok yg ada, ini lagi siap2in bahan mau buat bolu utk bsk.

Dia : semangat ya dek 😊 abang kagum dengan semangat nya adek.
masyaAllah semoga rezki nya lancar aamiinn.. ❤️

Me : Ma syaa Allah di puji terus , jadi ga enak haha.
Aamiin, makasih ya bang. In syaa Allah abang juga😊

Dia : aamiinn dek. setidaknya abang udah ada hati sama adek. jadi sekarang adek selalu dalam doa abang.
adek siapin aja dulu buat orderan besok . jangan terlalu kecapean ya. jaga kesehatan .. nanti kita chat lagi saat adek gak sibuk. 😉 semangat.. 😊

Me : Doa apa nih😁😁😁

Dia : Doa biar adek selalu terlindungi di sana 😊 pokoknya yang terbaik buat adek.

Me : mekasih abang .. Eh tp kenapa ya kok abang bisa kayak gitu?

Dia : kayak gimana dek??

Me : ya kayak gini 

Dia : ga tau dek..
abang jaga ga tau kenapa, ga ada alasan nya. abang percaya aja sama adek.

Me : Makasih ya udh percayaaa. Tya masih buat kue ini bang, makanya susah mau liat hp.

Dia : iya dek sama sama. ga apa dek fokus ke kerjaan nya adek 😊

Intens sekali kami membalas chat saat itu, hingga larut malam .
Sebelumnya aku menyuruhnya untuk ngefollow sepupuku itu, dan esoknya dia mengirimku pesan :

9 April , 12.33 AM

Dia : oh ya abang udah di confirm sama kaka nya tya itu. gimana selanjutnya?

Me : Selanjutnya apa yah. Emang abang maunya lanjutnya gimana?

Dia : abang maunya fokus ngumpulin duit buat ketemu tya.

Me : Abang itu serius mau ketemu ?

Dia : Iya dek, kenapa dek? Kan udah janji sama adek.

Me : Iya sih janji, tapikan abang cuma bilang aja, belum seriusan kan?

Dia : insyaAllah abang serius dek.. pengen banget malah.

Me : Tya jd pengen tau apa yg buat abang serius mau ketemu?

Dia : abang tertarik dengan semua yg ada di tya. Menurut abang nih, tya sopan , jago masak , baik , ga sombong .

Me : Terus itu yang buat abang mau ke Medan?

Dia : intinya abang percaya sama tya. Besok insyaAllah kita vc ya.. Abang percaya dalam bentuk yg abang sebutin tadi. percaya kalau tya orang baik.

Me : Ta'aruf ga boleh vc, ketemu aja hehe.

Dia : kalo telpon boleh dek? iya dek.. ntar langsung ketemu aja.

Itu lah aku saat itu, aku bukan wanita yang suka untuk kopdar (kopi darat) sama orang yang kukenal selain dari dunia nyata, maksudnya gini, ketemuan sama orang yang kukenal di sosial media, Apalagi Aku dan dia sangatlah jauh, apa mungkin?
Eh tapi apa kabar dengan pernikahan beda negara yang dialami sahabatku?
Aku tidak boleh pesimis, jika Nazril saja optimis mau bertemu denganku, lantas apa yang harus kuragukan? Tugasku hanya menunggu hingga saatnya tiba.
Dan terus memperbaiki diri tentunya.
Karena aku yakin, wanita baik untuk lelaki yang baik pula.


اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)


Aku tidak paham apa yang terjadi padaku saat itu, seperti mimpi.
Aku bahkan tidak perduli bagaimana rupa nya, yang kurasakan saat itu adalah kenyamanan.
Ya, ku akui Nazril sudah memberikan kesan pertama yang sangat baik, dia sopan, sangat menjaga tutur kata dan yang terpenting pintar.
Nyambung ketika mengobrol adalah kunci sebuah perkenalan. Kalau tidak nyambung, bagaimana bisa berlanjut? Ya kan?
Aku juga sudah mengesampingkan urusan fisik, ketika hatiku sudah memilih.

Dia sudah mengirimkan pesan pada sahabatku , mereka berkenalan, dan berbincang2 versi mereka.
Dengan polosnya dia "Meminta restu" pada sahabatku hahaha
Nazril itu memang paling bisa buat aku senyum2 sendiri, tanpa kusadari aku bertingkah seperti jatuh cinta kembali ketika sedang chattingan dengannya.
Apakah rasa ini nyata?
Apakah ini tanda bahwa aku telah memilihnya sebagai pengisi ruang hatiku yang kosong?
Apakah dia jawaban dari doa2 ku?
Ya Rabb, tuntunlah aku.
Dampingilah hatiku saat aku mulai merasakan getaran cinta.
Jika memang dia yang Engkau kirim padaku Ya Rabb, sesungguhnya aku telah berserah diri pada mu Ya Allah Swt, Tuhan pencipta alam.

Saat itu kami masih chattingan, Nazril mencoba meyakinkanku bahwa dia serius dan bersungguh2 dengan ucapan2nya.
Dia ingin kami melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.
Saat itu dia mengatakan padaku , dia menginginkanku menjadi pendampingnya.
Tapi, aku juga berusaha meyakinkannya, apakah tidak sebaiknya kami harus bertemu dulu sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan?
Aku hanya ingin yang terbaik untuk dirinya dan diriku.

Me : Tya itu malah ga enak kalo misalnya tya ini ga sesuai ekspetasinya abang. Tya cuma berusaha jaga perasaan abang.

Dia : insyaAllah apa yg abang rasain ini benar. abang yakin aja dengan pilihan abang. 
kalau adek mau abang juga mau. itu smua keputusan ada di tya  . abang ga mau ngeberatin adek.

Masya Allah, dia benar2 berbeda, tidak memaksa dan selalu menanyakan pendapatku sebelum memutuskan perkara. Aku menyukai caranya yang memberikanku kepercayaan untuk mengambil keputusan, aku merasa sangat dihargai.
Tetapi ini kan perihal antara aku dan dia, aku ingin dia juga turut andil untuk berdiskusi mau dibawa kemana perasaan yang diam2 telah bersemi ini.

Me : Ya ga semuanya harus di tya kok bang , tya ga mau egois.

Dia : gak kok dek. abang berikan pilihan di adek.

Tya mau jadi pendamping abang?

Me : Tya boleh jujur?

Dia : boleh dek.

Me : Tya sebenernya seneng klo abang baik gini, tp tya udah ga nyari pacar bang. Tya takut pas udah nyaman, ujung2nya kecewa.

Dia : kalau adek ga mau ga apa2 kok . abang bisa mengerti dan bersabar sampai nnti ketemu adek😊 jangan di paksakan .. sama, abang juga gak cari pacar dek.

Me : Tya nyarinya calon imam ajasih sekarang ini 

Dia : Iya, abang juga nyari ibu untuk anak2 nya abg nanti.

Me : Tya bukan nolak atau gimana2. Jangan salah mengartikan.

Dia : Iya dek, abang paham.
jadi gimana ? adek mau nerima abang ?

Me : (bingung)

Dia : harus Berapa lama abang nunggu dek?

Me : nunggu apa?

Dia : nunggu adek terima abang.. di terima gak ni abangnya?

Me : Bismillah,Iya, kita jalani ya..

Dia : Iyaaaaa? Bismillah dek..

Percayalah, segala sesuatu yang di Awali dengan Bismillah, In syaa Allah Berkah. Aamiin Allahumma Aamiin :)
Resmilah kami menjalin hubungan saat itu, merajut kisah cinta walau jarak membentang. Inilah Ta'arufanku. Aku berharap, kita bisa menjalaninya.
Kufollowback akun nya, dan aku bisa melihat semua postingannya, tetapi tetap saja tidak ada foto yang jelas menampakkan wajahnya, hanya foto bagian mata dengan setengah wajah yang sengaja ditutupi.
Tapi itu tidak mengurangi rasa yakin ku padanya, aku benar2 sudah tak perduli tentang fisik. Ketika hatiku telah memilih, aku akan menerima apapun kedaannya. In Syaa allah. Aku percaya, Allah Swt telah memberikan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan hamba Nya. Kuncinya adalah, tetap bersyukur dan ikhlas. Maka semua akan terlihat lebih mudah.
Mari kita belajar dari pengalaman, bahwa letak kebahagiaan itu bukan berdasarkan rupa, melainkan perlakuan seseorang pada pasangannya. Bagaimana cara dia menghormati dan menjaga wanitanya.
Bagiku saat ini fisik bukanlah prioritas, itu hanya masalah tentang cara bagaimana cara kita menerima kekurangan pasangan kita. Dan yang tak kalah penting,bagaimana cara dia mencintai Rabb nya, itu akan berpengaruh besar untuk berjalannya Rumah tangga yang akan di Jalani oleh setiap pasangan yang akan menikah. Maka carilah pria yang baik Agama nya .
Dan ketika aku menetapkan pilihan kepada Nazril untuk menjaga hatiku, saat itu juga aku sudah siap menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Jangan egois, pun diri ini banyak memiliki kekurangan, dan itulah fungsi pasangan, kita diciptakan untuk saling melengkapi.
Dia, Nazril ku. Pria yang belum pernah kutemui tetapi aku merasa sudah sangat dekat dan akrab seperti sudah kenal lama.
Kuharap dia juga merasakan hal yang sama.

Setelah hari itu, banyak sekali kalimat2 simple tapi menggetarkan hati.
Contohnya :
1. "Abang jadi ga sabar pengen cepat2 ketemu adek"
2. "Adek pengen cepat2 nikah gak?"
3. "Berarti ntar setelah nikah adek siap ikut suami kemanapun?"
4. "ntar kalau kita udah bersama adek bisa masakin abang setiap hari"
5. "syg kamu tya ❤️"
6. "Bedanya dulu abang belum pakai hati . sekarang udah dan sekarng kamu sedang abang perjuangkan"
7. "kalau adek mikir abang main2, adek benar2 ga ngehargain abang kerja dari pagi sampai malam yang nabung cuma buat ketemu dan jemput adek"
8. "kasih tau ke mama tya apa yg abang ceritain ke tya tentang abang"
9. "buat masa depan kita"
10. "maafkan kekasihmu ini 😁😁"

Ini hanya sebagian dari banyaknya kalimat yang menggetarkan hatiku, aku tak akan menuliskan semuanya disini, biarkan menjadi rahasia kami, karena tidak semuanya harus ku umbar, biarlah kebahagian kami hanya kami berdua yang tahu.
Dan, kubahagia dengannya.

Bulan April pun tiba , ada yang spesial di 17 April ku kali ini, yang pertama, ulang tahunku dirayakan di seluruh Indonesia, kenapa? Karena bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu), dan yang kedua, aku telah punya Nazril, penyemangat hidupku.
Pagi itu, 17 April, sengaja aku bangun sedikit lebih awal karena itu adalah hari libur , dan aku terlalu bersemangat untuk mencoblos hehe
Yang dinanti2 pun tiba, aku dapat pesan dari Pria spesial , dia adalah Nazrilku.

17 April, 8.02 AM

"Kini, mentari baru telah datang sebagai hari baru di pertambahan usiamu, teriring doa dari diriku semoga dirimu selalu mendapatkan rahmat di setiap perjalanan hidupmu. ,❤️❤️ I love you tya"

Dan dia memposting lantunan piano berirama selamat ulang tahun di story ig nya.
Simple, tapi aku menyukainya. Senyuman dari wajahku pun seakan enggan menghilang.
Terimakasih kamu, penyemangatku !

Dan dia juga mengirimiku pesan :

"Jangan sering ngambek lagi ya. Aku sayang kamu Tya. Maaf kalau beberapa minggu ini abang sibuk dengan kerjaan abang. jauh dari lubuk hati abang, abang selalu sayang kamu.
Cie dah nambah umur .. makin matang nih 😁😘 semoga semakin dewasa dan selalu Allah berikan rezki dan rahmat yang banyak buat tya Aamiin"

Dan ku Aamiin kan semua doa nya, aku sudah 23 sekarang. Alhamdulillah..
Terima kasih Ya Allah, Terima kasih untuk kedua orang tua ku, dan Terima Kasih Nazril ku.

Nazril memang manusia super sibuk, aku tidak tahu sibuk seperti apa yang dia maksud, karena aku tidak melihatnya langsung. Aku hanya sering mendapat pernyataan darinya bahwa dia "sedang sibuk" dan terkadang tidak memberi kabar ber jam2.
Ini satu2nya kendala pada saat itu, sering terjadi kesalahpahaman karena tidak saling mengerti akan kegiatan masing2.
Hmm, sebenarnya aku sih yang seringkali tidak memahaminya, dan sering curiga tanpa alasan kepadanya, aku terlalu over saat itu, hingga sering terjadi pertengkaran2 kecil, tapi aku beruntung punya lelaki seperti dia, yang selalu sabar menghadapi sikap childish ku dan mencoba memberikan pengertian agar aku bisa lebih memahaminya.
Butuh waktu cukup lama bagiku untuk itu, aku terus belajar untuk mendewasakan diri demi kedamaian hubunganku dengannya.
Aku juga pernah marah2 ke dia hanya karena lama kasih kabar, aku beneran emosi pada saat itu, dia bukannya ikut terpancing emosi, tapi malah bilang "dzikir dek. Dari pada marah2". Aku yang tadinya ingin melanjutkan marah2ku, tiba2 jadi Istigfar karena ucapannya itu. Seperti dapat sentilan.
Masya Allah, Tetaplah seperti itu ya lelakiku. Yang berusaha selalu menenangkan ketimbang ikutan emosi.
Ada saja kalimatnya yang melunturkan emosiku dalam seketika, misalnya lagi cekcok nih, tiba2 dia bilang "ntar kalau udh nikah jangan sering2 ngambek ya". Mendengar kalimat itu, seakan hati berubah menjadi sejuk, walaupun terkadang masih suka jengkel sih, tapi gak bisa lama. Masya Allah..
Nazril juga selalu memperhatikan kesehatanku, selalu mengajariku untuk minum madu agar daya tahan tubuh lebih kuat, dan sunnah katanya.
Pernah dia spam chat ketika aku sakit, dengan berbagai pertanyaan bertubi2 dan pernyataan yang ia berikan padaku layaknya dokter.
-udah makan tadi?
-rasa perut nya gimana?
-besok pagi subuh pas bru bangun minum madu 1-3 sendok
-emng gejala perut itu , jantung bukan selalu jantung bisa dari perut juga.
-jangan makan santan dan yg pedas
-roti tawar juga ga boleh terlalu banyak soalnya susah di cerna lambung.

Begitulah dia, Nazrilku. Tidak terlalu romantis tapi punya cara tersendiri untuk membuatku semakin jatuh hati padanya.
Dia juga mengirimiku hadiah sebuah buku Bernuansa islami yang berjudul "Pesan-Pesan Cinta Untukmu". Aku tidak tahu berdasarkan apa ia mengirimku buku, oke mari kita simpulkan, mungkin berdasarkan cinta dan tanpa alasan? Hehehe..
Buku pemberian darinya sudah kubaca, isinya Quotes tentang Cinta yang di landasi oleh Agama dan tentunya cinta yang halal.
Selesai kubaca tuntas, kudekap bukunya sebagai simbol bahwa aku sangat menyukai pemberian darinya, lalu kusimpan baik2 di antara susunan buku lainnya.

Karena saat itu sudah mau memasuki bulan Ramadhan, aku ingin mengirimkan makanan untuknya sebagai balasan sudah sangat baik padaku sekaligus untuk punggahan. Aku mengusulkan untuk memasakkan nya Rendang dan keripik kentang untuknya, cocok dimakan saat berbuka dan sahur tiba, dan tentu saja karena Rendang bisa tahan lama, soalnya pengiriman Medan-Sumbawa membutuhkan waktu 4-5 hari..
Keinginannya untuk makan masakanku pun kini akan segera tercapai, Rendang mendarat lebih cepat dari waktu yang diprediksi, itu artinya Nazril bisa menikmatinya tanpa menunggu waktu lama.
Ketika dia mengechatku mengatakan bahwa kirimanku telah tiba "tya, udah sampai, lagi di hangatin" , dia juga melampirkan foto Rendang yang sedang di panaskan didalam kuali.
Aku sedikit deg2an menunggu responnya, apakah dia menyukai masakanku? Hmm aku harus bersabar hingga waktu buka puasa tiba.

Chat pun berlanjut, seakan dia sedang mereview makanan seperti food vlogger , dan memberikan testimoni :

9 Mei, 5.53 PM

Dia : enaakk banget abang suka. nambah 2 kali abang tadi, makasih ya sayang, Love you .. istri idaman. manis manis gitu kayak kamu😍😍

Me : seriusan suka?

Dia : Iya serius suka. tante abang juga suka.. makasih ya sayang..

Me : Alhamdulillah kalo gitu. Seneng tya kalo misalnya abang cocok sm masakannya tya

Dia : abang suka banget.. abang bisa bayangin cape nya adek buat itu. kebayang pas makan tadi😍

Nah, setelah sudah mendapatkan testimoni, kini giliranku menyuruhnya untuk menelpon mama ku, sekedar basa basi mengatakan bahwa kirimannya sudah sampai dan sudah dimakan.
Ya, itulah caraku untuk memperkenalkan Nazril pada  mama. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Terima kasih Ya Rabb..

Oh ya, dia sudah mengirimiku fotonya, yang terlihat jelas, ada yang close up, selfie dan foto berbagai macam gaya.
Alhamdulillah, tidak kudapati sisi yang tidak kusukai darinya, hampir seluruhnya aku suka, walaupun sebelumnya aku tidak pernah mempermasalahkan bagaimana sosoknya. Kini semua sudah hampir sempurna, tinggal menentukan kapan kami akan bertemu.
Dan kuputuskan untuk berjumpa di bulan desember, lalu disetujui olehnya ...
Itu sekitar 6 bulan lagi terhitung dari ditulisnya blog ini, aku masih punya cukup banyak waktu untuk terus membenahi dan memperbaiki diri. Ku ingin menjadi yang terbaik untuknya, Bismillah..
Aku juga sering bertanya padanya, "wanita seperti apa yang di inginkannya? Dan dia ingin aku ini bagaimana?" , seperti biasa, dengan simple dia menjawab "Abang pengen kamu jadi wanita untuk abang . muslimah , pribadi yg baik  , dan bisa ingatin abang juga di saat abang salah. Intinya abang pengen kamu jadi wanitanya abang."
Seakan belum puas dengan jawabannya, akupun bertanya lagi "Kalo abang pribadi, mau punya pendamping yg kaya gimana?", dia pun menjawab lagi dengan caranya, "ya seperti kamu, abang pengen kamu jadi diri kamu sendiri, berubah karena kemauan adek sendiri bukan paksaan dari abang, abang pengen adek jadi yang terbaik buat abang. abang yakin kamu yang terbaik".

Hmm, sudah Tyara.. sudah.. jawaban seperti apalagi yang ingin kau dengarkan? Batinku.
Kami menjalani hubungan ini dengan tujuan yang sama, yaitu untuk Ibadah kepada Allah Swt dengan cara melaksanakan pernikahan.
Aku dan Nazril juga sering membahas bagaimana nanti kehidupan kami setelah resmi menjadi pasangan halal.
Ya, anggap saja itu semua untuk persiapan diri masing2 sebelum menjadi kenyataan kelak.
Lagipun bahasannya hanya sekedar saja, aku juga tidak berani memikirkan terlalu jauh, kalo kata orangtua sih itu pamali hehe , biarlah semua berjalan dengan sendirinya. Waktu yang akan menjawab :)

Beberapa bulan sudah kujalani hariku dengan dia yang berada jauh disana, aku sudah terbiasa dengan kesibukannya dan aku sudah bisa mengurangi ngambek ku.
Saat itu hubungan kami semakin hari semakin harmonis, hingga tiba ada satu perkara yang mengguncang dan membuatku kehilangan control, aku seakan di ingatkan dengan kejadian masalalu yang sudah kubahas di part sebelumnya.
Aku terluka dan dikecewakan olehnya saat itu, aku tahu di suatu hubungan pasti akan ada cobaan untuk menguji sekuat apa hubungan itu bisa bertahan.
Aku mencoba untuk tetap tenang dan mendengarkan penjelasan darinya.
Begini awalnya, aku tidak akan membahasnya terlalu dalam disini, karena aku tidak suka membicarakan orang yang telah merusak kebahagiaanku saat itu. Kita akan membahas garis besarnya saja.

Nazril cheated on me, aku tidak tahu apakah kalimat itu cocok dengan yang terjadi disana atau tidak, tapi yang kutahu aku seakan melemah ketika mendapat kabar tidak menyenangkan itu. Aku tidak tahu persis bagaimana kronologinya, karena tiba2 saat itu aku ditelpon oleh Yuli dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Waktu itu sore hari, aku sedang bersantai dirumah dan perasaanku masih bahagia seperti biasanya, lalu Yuli menelponku membawa kabar buruk, yang jika aku boleh memilih , aku tidak pernah ingin mendengarnya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Yuli sudah bercerita dari A-Z dan aku menyimak semua perkataannya.
Aku drop, sungguh2 ngedrop saat masih mendengarkan Yuli berbicara dan berusaha menguatkan aku, tapi ia gagal, aku sudah melemah saat itu dan merasa mual, asam lambungku naik, aku ingin muntah, aku merasakan seakan kepalaku dihujam beribu pisau. Air mata yang tadinya berusaha ku tahan pun kini tak terbendung lagi.
Aku menangis, nangis sejadi2nya.
Aku hampir tidak percaya kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa Nazril begitu tega melakukan ini terhadapku? Dimana letak salahku? Lalu aku mencoba untuk menenangkan diriku dan menunggu pengakuan dari Nazril yang saat itu masih berkerja dan tidak tahu akan hal yang terjadi saat itu.
Aku sudah mempersiapkan diri apapun keputusannya nanti. Aku terus Beristigfar untuk menghilangkan rasa gelisah di hatiku, hingga pada akhirnya chat Nazril pun masuk ke notifikasiku. Dengan keadaan tidak tahu dan tanpa rasa bersalah, dia berlaku seperti biasa.
Menanyakan kabarku dan apa yang sedang kulakukan saat itu?
Aku yang sudah sangat kacau, dengan sesegukan diakibatkan karena menangis, pun langsung saja ke point awal, aku bertanya "kenapa tega kayak gini samaku?". Dan aku juga melampirkan beberapa bukti yang kudapatkan dari Yuli.
Nazril pun yang saat itu tiba2 kutanyai seperti itu pasti shocked, dia pun menjelaskan semuanya malam itu juga dan berusaha sangat meyakiniku bahwa apa yang diceritakan Yuli itu sudah berakhir semenjak dia mengenalku.
Tapi tentunya aku tidak bisa percaya begitu saja, tanpa adanya bukti aku akan menganggap bahwa masalah itu belum selesai.
Nazril minta maaf kepadaku dan mengaku bahwa apa yang dilakukannya memang salah dan menyakitiku. Dia bersungguh2 memohon maaf karena telah mengecewakanku.
Dia terus saja mengirimiku permintaan maaf , tetapi tidak bisa ku membalasnya karena hatiku belum mampu untuk menghadapinya malam itu, kuputuskan untuk tidur karena mataku pun sudah lelah meneteskan ribuan deraian air mata, begitu pun dengan raga dan jiwaku yang ikut melemah karena hal itu .
Kita lihat apa yang terjadi keesokan harinya. Lalu aku tertidur dengan pipi yang basah akibat sisa tetesan air mata, beralaskan bantal yang basah juga.
Subhanallah, kudapati betapa hancurnya aku saat itu..

Pagi telah tiba, mentari bersinar indah dan cerah sementara hatiku masih dirundung kegelapan , mendung sisa hujan semalam. Badai yang meluluhlantakkan benteng hatiku .
Aku terbangun karena handphone ku berbunyi, dan mengharuskan aku untuk kembali menghadapi kenyataan hidup plus menyelesaikan konflik yang masih gantung saat itu .
8 panggilan masuk, tak kujawab. Aku hanya memandangi nama nya di layar handphoneku.
Lalu dia mengirimiku pesan , dan hanya kubaca saja, bukan aku tak ingin membalasnya , aku hanya ingin menenangkan diriku.
Tapi tidak lama kemudian, dia melampirkan beberapa bukti bahwa dia tidak seperti apa yang diceritakan orang lain tsb. Dia benar2 meyakinkanku dan sangat berusaha mengembalikan suasana keharmonisan hubungan kami.
Dia telah jujur dan mengaku akan kesalahannya, dan aku pun yang sudah terlalu sayang padanya seolah ingin memaafkannya meskipun hati masih sangat shocked.
Tetapi , siapa diriku jika sampai tidak memberikan maaf? Bukankah aku juga manusia yang tak luput dari dosa dan rentan berbuat salah?
Ya Rabb, sesungguhnya aku hanya butuh bantuanmu untuk menjadi pemaaf.

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
"Wa lā tastawil-ḥasanatu wa las-sayyi`ah, idfa' billatī hiya aḥsanu fa iżallażī bainaka wa bainahụ 'adāwatung ka`annahụ waliyyun ḥamīm"
(QS. Fussilat Ayat 34)

"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia"

Namun, meskipun aku sudah memaafkannya, hatiku masih jengkel akan kejadian itu.
Tapi aku tidak mau berlarut2 dalam masalah ini, maka kami pun melanjutkan telponan bertiga , Aku, Nazril dan Yuli. Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang harus dibahas dan kuanggap masalah nya selesai.
Aku juga memintai Nazril untuk tidak mengulangi hal seperti ini lagi dan meminta nya untuk mengutamakan kejujuran apapun yang terjadi.
Selesai telponan, kami bertiga pun kembali menjalani aktivitas masing2.

Ya, begitulah ceritanya, pasti akan selalu ada kerikil kerikil kecil yang menghambat keberlangsungannya suatu hubungan.
Tergantung bagaimana dua hati menyikapinya.
Bertahan atau pergi meninggalkan?
Berusaha memperbaiki atau menyudahi?
Aku akan membangun benteng hati yang lebih kuat agar tak mudah runtuh..
Aku akan memupuk hatiku lagi untuk menumbuhkan cinta yang sempat gugur..
Aku akan lebih menyanyangimu, Nazrilku..
Aku akan mempercayaimu , dan kita akan bahagia kelak..
Berdua, Kita akan mewujudkan semua impian dan cita2 yang pernah kita bahas..
Aku akan terus berusaha untuk jadi yang terbaik, untuk menjadi istri yang engkau idamkan dan menjadi Ummi sholeha untuk anak2mu kelak, seperti yang sempat engkau ucapkan di awal hubungan ini terjalin.
Dan aku pun menginginkanmu menjadi Imamku, dimana aku akan menjadi makmum mu , berada satu shaf dibelakangmu, mendengarkan suaramu membacakan ayat suci Al-Quran, dan kita sama2 bersimpuh dihadapan Allah Swt , memohon agar dibersamakan berdua selamanya, sehidup sesurga.
Aku menginginkanmu menjadi Abi yang sholeh untuk anak2 ku, anak2 kita.
Aku ingin menjemput surga bersama mu, Nazrilku.
Itulah bait doaku untuk kita. Semoga Allah Swt merestui..

Seperti katamu dulu, aku adalah wanitamu..
Dan ku katakan kini padamu "Jadiin tya wanita kedua dihati abang ya, setelah ummi❤".
Kini aku sudah mencintaimu, maka jemputlah aku dan ikatlah aku dengan kehalalan, maka aku akan merasa lengkap dan sempurna.
Ucapkanlah janji suci dihadapan orang tua ku, dan Allah swt akan menjadi saksi atas cinta kita.
Aku akan menjadi pakaian untukmu, pun sebaliknya.
Segeralah , aku selalu mendoakanmu dari kejauhan.

”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”

“Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.

Ya, tulisan edisi 4 ini adalah cerita yang sedang berlangsung, sedang kujalani.
Aku pun sedang menanti kedatangannya di bulan Desember nanti, aku tidak sabar untuk itu.
Jika Nazril membaca Blogg ini, dia akan paham betapa aku sangat menantinya dengan dibarengi ikhtiarku.
Semua kisah dan percakapan yang dilampirkan diatas, adalah real conversation yang ku copy paste dari chat room ku dengan nya.
Semua nyata adanya, sebagaimana perasaanku yang juga sangat nyata mencintainya.
Kamu akan terus menjadi perbincangan hangat antara aku dan Rabb ku terlebih untuk 6 bulan kedepan..
In Syaa Allah, namanya lah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untuk sehidup sesurga denganku. Aamiin Allahumma Aamiin..

Kisah selanjutnya akan kutulis setelah pertemuan kami nanti.
Mohon bersabar dan doakan yang terbaik untuk aku dan Nazril.
Akan seperti apakah pertemuan kami?
Apa yang akan terjadi?
Kemanakah hubungan kami akan berlanjut?
Temukan jawabannya setelah bulan Desember..

Bersambung..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part V

Part I

Part II