BERTAHAN ATAU TERGANTI?
Bismillah
source by tyara'slife blog
Menjadi seorang istri memang bukan tugas yang mudah, pun sebaliknya, menjadi seorang suami juga tidaklah segampang yang kita bayangkan.
Setelah kedua nya sah menjadi sepasang suami istri, saat itu juga ia memikul Segala beban yang akan dihadapi bersama kedepannya.
Harus siap menerima apapun keadaan pasangan, dan tidak semua dari kita sanggup melakoni peran nya sebagai pasangan suami/istri.
Banyak sekali cerita lika liku perjalanan rumah tangga yang dituliskan sang istri maupun sang suami, entah itu di Sosial Media yang ia punya, atau pun ia menuliskannya sebagai penulis profesional dan menerbitkannya sebagai novel yang patut untuk kita baca agar tak mengulang segala kesalahan demi sebuah utuhnya rumah tangga.
Bercerita tentang Rumah tangga, saya selaku wanita yang belum pernah menikah sebenarnya sedikit sulit untuk menjabarkan bagaimana caranya agar tidak ada kegaduhan diantara kedua belah pihak.
Namun, yang saya tau dan akan saya lakukan kelak ketika menikah, adalah dengan cara tetap menjadikan sang suami sebagai Kepala Rumah Tangga yang kedudukannya memang lebih tinggi di dalam sebuah Rumah Tangga, dan selayaknya istri, wajib menunaikan hak-hak suami.
Banyak sekali wanita yang sudah menjadi istri, mengeluh sana-sini, mengatakan bahwa ia tak sanggup untuk menjalankan peran sebagai istri.
Kenapa Wahai Wanita?
Kenapa?
Apa Masalah mu sehingga engkau tidak mampu menjalankan perintah Allah?
Pernikahan adalah ibadah seumur hidup.
Akan ada banyak pahala yang engkau tuai jika engkau sanggup bertahan, sebentar saja.
Pernikahan adalah ladang pahala, terutama bagi istri.
Sosok suami yang engkau anggap menyebalkan itu adalah ladang pahala mu.
Suami yang ingin selalu diurus segala kebutuhannya dengan kedua tanganmu itu, adalah kunci menuju syurga.
Karena, ketika wanita sudah menikah, maka letak syurga ada di suami, maka berbaktilah pada nya.
Tidak akan lama, semua ini akan berakhir.
Dunia memang tempat kita semua berlelah diri, untuk menuju singgasana yang sebenarnya, dan kekal abadi.
Namun, bagaimana nyatanya ketika suamimu lah yang beranggapan bahwa engkau adalah ujian baginya?
Pun sama sebaliknya Wahai para suami,
Istrimu yang suka marah-marah dirumah, ia hanya kelelahan dan ingin mendapat sedikit perhatian darimu, namun terkadang para istri tidak pandai untuk mengungkapkan, maka dari itu ia mengeluarkan jurus marah-marah untuk mendapatkan sedikit perhatian suami yang sangat ia cintai.
Jika engkau mampu menghadapinya, dan membuat suasana rumah menjadi damai, maka percayalah, tidak akan ada celah untuk lelaki manapun selain engkau.
Karena, wanita biasanya akan nyaman dengan tipe lelaki penyabar seperti itu. In syaa Allah
(Termasuk saya hehe)
Dibalik kemarahan istri, pasti ada rasa sayang yang tidak kalah besar dari amarah nya.
Kejarlah syurga mu dengan cara sabar menghadapi istri.
Karena, tidak pernah ada pasangan di dunia ini yang sempurna.
Tidak akan pernah ada rumah tangga yang adem ayem tanpa pertengkaran.
Tidak akan pernah ada perjalanan mulus untuk munuju syurga.
Semua butuh proses dan ujian.
Maka lewatilah semuanya dengan iman, jika tidak, semua akan terbengkalai.
Istri mu yang sekarang ini, adalah pasangan yang telah Allah Azza Wa Jalla tuliskan namanya di Lauhul Mahfudz, bersandingan dengan namamu.
Dan
Suami mu yang sekarang ini, adalah pasangan yang telah Allah Azza Wa Jalla tuliskan namanya di Lauhul Mahfudz, bersandingan dengan namamu.
Tidak percayakah engkau dengan ketetapan Allah? Sehingga membuatmu selalu saja merasa kurang.
Setitik kejelekan yang engkau lihat dari pasanganmu, akan sangat berdampak besar bagimu.
Sementara, banyak sekali kebaikan yang telah pasanganmu lakukan, namun sama sekali tidak terekam oleh jejak ingatanmu.
Sungguh, itu adalah nafsu dunnya yang harus segera kita buang bersama.
Teruntuk Wanita Sholeha yang akan menikah, jadikanlah suamimu kelak raja di Rumahnya, karena jika engkau ingin menjadi wanita yang di rindukan oleh syurga, salah satu caranya adalah berbakti pada suami.
Tidak perduli seperti apa karakter suamimu, tetap prioritaskan dia dan tunaikan semua Hak nya.
Teruntuk Istri Sholeha, bersyukurlah telah menjadi istri.
Karena banyak sekali wanita yang mengingkan pernikahan namun Allah belum kabulkan.
Hormatilah suamimu, karena jika tidak, para bidadari syurga akan marah kepadamu.
Suami mu yang di dunnya ini adalah suami yang ditunggu para bidadari syurga.
Tidak cemburu kah engkau?
Sementara selama di dunnya engkau sia-sia kan dia.
BERTAHAN ATAU TERGANTI WAHAI ISTRI?
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya di akhirat dari kalangan bidadari akan berkata:
"Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Dan teruntuk para pria sholeh yang akan menikah, bahagiakanlah kelak istrimu.
Pernikahan adalah ibadah seumur hidup.
Engkau akan menghabiskan sisa umur mu dengan seorang wanita yang akan kau sebut sebagai istri, yang akan ada setiap engkau membuka mata.
Jangan pernah ada kata bosan, karena dia lah wanita yang menerima pinanganmu dengan segala janji mu dihadapan kedua orangtuanya dan engkau pun telah berjanji akan menjaganya, menjadikannya ratu di hatimu.
Teruntuk para suami sholeh, bersyukurlah telah mendapatkan istri yang mau merawatmu ketika engkau jatuh sakit, yang mau membersihkan rumah mu tanpa harus dibayar, yang mau menjadi koki masak dadakan untuk memanjakan lidahmu.
Jika masakan istrimu masih kurang enak, terimalah.
Jika engkau sabar menghadapi semua kekurangannya dan tetap bersyukur karena telah memilikinya, In syaa Allah syurga mu pun akan semakin mendekat.
Berbuat baiklah pada istri, karena sebaik-baik lelaki adalah yang baik pada istrinya.
BERTAHAN ATAU TERGANTI WAHAI SUAMI?
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
firman Allâh Azza wa Jalla:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak [An-Nisâ’/4:19]
Barakallahu Fiikum
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
Tyara Bellia
Komentar
Posting Komentar